Muslimat yang inspiratif di berbagai negara

Kehidupan Kkartika Sustry 31-Agu-2020
Malala.org
Malala Yousafzai © malala.org

Dunia memang sudah berumur, tetapi bukan berarti kita berhenti untuk berkarya. Perempuan dalam Islam memang memiliki batasan yang harus ditaati tetapi soal mengimspirasi dan berkarya tidaklah menjadi mati. Islam mengapresiasi para perempuan untuk berpendapat, menyampaikan hak dan mengukir sejarah baik dalam hidupnya.

Berikut ini para Muslimat yang menginspirasi di belahan berbagai negara:

Malala Yousafzai

Malala ialah aktivis perempuan dan Messenger of Peace Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations). Wanita asal provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan ini telah dinobatkan sebagai pengabar perdamaian pada tanggal 11 April 2017. Ketika berusia 17 tahun, Malala sudah menjadi advokat termuda di Pendidikan Pakistan. Pada tahun 2013 ia memberikan pidato kepada Perserikatan Bangsa-bangsa dan menerbitkan buku yang berjudul ‘I Am Malala’ setelah sebelumnya pada tahun 2012 ia diserang oleh seorang laki-laki yang menyebabkan ia tertembak di bagian kepala.

Malala menjadi perempuan yang menginspirasi dengan mengajak anak muda dan para ekstremis untuk menuntaskan buta huruf dalam memerangi terorisme dan kemiskinan. Terbaru, Malala lulus dari Universitas Oxford yang bergengsi di Inggris dengan gelar di bidang Filsafat, Politik, dan Ekonomi (PPE) pada bulan Juni 2020.

Zaha Hadid

Arsitek, ia bernama Zaha Mohammad Hadid yang berkelahiran Baghdad, Irak. Wanita ini termasuk dalam perempuan yang berketurunan Inggris. Pada tahun 2004 ia menjadi perempuan pertama yang meraih penghargaan Pritzker Architecture, sebuah penghargaan tahunan untuk menghormati arsitek yang karyanya dibuat dengan perpaduan bakat, visi, dan komitmen.

Ia mendapat penghargaan Royal Gold Medal dari Royal Institute of British Architects pada tahun 2015. Zaha menginspirasi melalui arsiteknya dengan membuat jiwa feminismenya menjadi nyata. Bangunan yang dibuat berbentuk kurva juga berbentuk lengkung dan serta bergelombang seperti London Aquatics Centre (2008-2011) dan masih banyak hasil rancangan Zaha.

Nawal el Sa’dawy

Siapa yang tidak kenal dengan perempuan yang satu ini, dengan karya sastranya kurang lebih 50 novel diantaranya berjudul ‘Women at Point Zero’ (Perempuan di Titik Nol) yang terkenal membuat banyak pembaca tergugah. Penulis dari Mesir ini diberi julukan feminis yang radikal.

Ia memiliki organisasi pada tahun 1982 bernama ASWA (Arab Women’s Solidarity Association) kemudian dilarang berkiprah oleh pemerintahan Mesir pada tahun 1991. Melalui karyanya ia berhasil memperjuangkan hak-hak perempuan dengan menulis berbagai macam penyelesaian seperti kekerasan dalam rumah tangga dan fundamentalisme agama.

Benazir Bhutto

Benazir Bhutto ialah pemimpin negara Islam, wanita pertama yang menjadi Perdana Menteri di negara Pakistan. Dari keturunan campuran Sindhi dan Kurdi, beliau lahir di Karachi dari keluarga bangsawan yang secara politik penting. Benazir belajar di Universitas Harvard, Amerika Serikat dan Universitas Oxford, Inggris. Beliau menjadi Perdana Menteri tepatnya pada tahun 1988-90 dan 1993-96, yaitu selama dua periode masa kepemimpinannya.

Perempuan kelahiran 21 Juni 1953 ini adalah anak tertua dari mantan Perdana Menteri, Zulfikar Ali Bhutto. Ia bergelut di dunia politik menjadi faktor keberhasilan Benazir untuk menduduki kursi pemerintahan. Beliau berkomitmen pada demokrasi dan modernisasi, dan percaya bahwa masa depan dunia Islam terletak pada proses-proses ini.

Najwa Shihab

Salah satu perempuan yang terkenal di Indonesia dengan  kebolehannya dalam dunia layar kaca, publik figur tentunya sebagai perempuan yang menginspirasi banyak orang. Najwa Shihab merupakan putri dari Quraish Shihab selalu tampil di layar televisi pada saluran ‘Mata Najwa’ sebagai news anchor yang terkenal dengan pertanyaan tajamnya pada setiap narasumber yang ia wawancarai. Ia dengan lantang berorasi tentang persoalan di Indonesia yang sedang trending, perempuan ini tanpa takut dengan ucapannya jika itu adalah kebenaran.

Namanya mulai melejit di awal 2004, gaya bicaranya yang tegas, cara berpikirnya yang kritis, dan ada sisi humanis yang mensrik perhatian masyarakat. Ia menyuarakan pendapat rakyat melalui narasi tv dalam chanel Youtube. Najwa Shihab seorang sarjana hukum tetapi memilih terjun ke dunia jurnalis. Pada tahun 2013-2014 ia mendapat penghargaan sebagai program televisi terbaik.

Halima Aden

Seorang model hijab pertama yang berhasil berjalan di fashion show rumah mode papan atas, ia berasal dari Amerika dan ditunjuk sebagai Duta UNICEF wilayah Amerika Serikat pada tahun 2018. Pada tahun 2018 ia menjadi perempuan berhijab mengisi majalah British Vogue, meski begitu ternyata ia menghadapi kehidupan yang berliku sehingga menjadi pelajaran bagi kita.

Halima Aden awalnya seorang warga pengungsian di Kakuma, Kenya. Pada tahun 2004 keluarganya pindah ke St. Louis, Amerika Serikat setelah proses pemeriksaan yang berlangsung sampai satu dekade. Pada tahun 2016 ia mulai bertekad untuk mengikuti kontes kecantikan Miss Minnesota USA, iapun tampil berhijab. Ia akhirnya berhasil memperkenalkan hijab dengan mampu bersaing di antara para model lainnya. Pada tahun 2020 juga ia menjadi model berhijab pada majalah Essence.

Shirin Ebadi

Shirin ialah pengacara dan hakim perempuan di Iran, ketika itu ia masih berusia 23 tahun. Hingga usia ke 30 tahun ia menjadi hakim di Teheran, hingga tahun 2003 ia mendapat penghargaan perdamaian Nobel atas upayanya menegakkan demokrasi dan hak asasi terutama hak-hak perempuan.

Shirin juga pernah menjadi hakim pada tahun 1969 namun tidak begitu lama ia diberhentikan karena perempuan tidak bisa menjadi hakim. Akhirnya ia memilih menjadi seorang pengacara, ia banyak membantu orang yang mendapat perlakuan buruk dari otoritas.

Di luar sana masih banyak lagi perempuan yang menginspirasi karena karya dan prestasi, tetapi perempuan-perempuan pada uraian ini juga cukup menggugah dunia. Semoga kita semua menjadi perempuan inspiratif selanjutnya pembaca yang budiman, aamiin.