Mustahil menjadi nyata berkat kekuatan doa

Doa 01 Jan 2021 Sanak
Sanak
mustahil menjadi nyata berkat kekuatan doa
Mustahil menjadi nyata berkat kekuatan doa © Razihusin | Dreamstime.com

Terdapat banyak riwayat yang menerangkan tentang sebab masuk Islamnya Umar bin Khattab r.a. Namun faktor utamanya adalah doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW.

“Ya Allah, muliakan Islam dengan orang yang paling Engkau cintai dari dua orang ini, Abu Jahal bin Hisyam atau Umar bin Khattab.”

(Hadis riwayat At Tirmizi)

Ternyata Allah SWT lebih mencintai Umar dari pada Abu Jahal dan telah menyediakan sebab terbaik akan keislamannya.

Masuk Islamnya Umar al-Khattab r.a

Cahaya keimanan pertama sekali masuk ke hati Umar r.a tatkala melihat wanita-wanita Quraisy yang berniat meninggalkan Kota Mekah. Bagian dari kaumnya ini tidak tahan disiksa karena kepercayaan yang dianutnya.

Hati Umar r.a pun melunak dan menaruh kasihan terhadap mereka. Adalah Ummu Abdillah binti Hantamah r.a yang becerita tentang sikap Umar  yang berubah drastis.

“Tatkala kami hendak berhijrah ke Habsyah, tiba-tiba Umar datang dan menemuiku. Dulu kami mendapat siksaan, gangguan, dan tindakan kasar darinya. Umar pun bertanya: ‘Benarkah kalian hendak pergi, Ummu Abdillah?’

Aku menjawab: ‘Benar, kami akan pergi. Demi Allah, kami akan pergi untuk mencari jalan keluar atas siksaan dan penindasan kalian.’ Umar berkata, ‘Semoga Allah bersama kalian.’

Hal mustahil menjadi nyata berkat kekuatan doa

Aku melihat kelembutan di hati Umar yang belum pernah kulihat sebelumnya. Aku pun menceritakan hal ini kepada Amir bin Rubi’ah. Namun ia menyangkal: ‘Apakah kamu mengharapkan Umar masuk Islam?’

Aku mengiyakan. Dengan tegas Amir berkata: ‘Umar tidak akan masuk Islam sebelum keledai al-Khattab masuk Islam.’ Sungguh mustahil.”

Di lain pihak, Umar r.a merasakan gejolak di dalam jiwanya. Ia merasakan dadanya sesak. Dalam hati ia bertanya-tanya, apakah yang membuat pengikut agama baru ini begitu sabar menghadapi ujian dan cobaan.

Apa kekuatan dibalik itu semua? Berbagai pertanyaan tersebut terjawab sudah ketika Umar menyatakan keislamannya.

Kekuatan doa Nabi Muhammad SAW telah meruntuhkan tembok kesombongan dan menggantinya dengan ketundukan. Cerita ini sekaligus mengajarkan kepada kita bagaimana dahsyatnya kekuatan doa. Sesuatu hal yang mustahil, akan menjadi nyata berkat untaian doa.