Normal baru dan nilai Islam

Kehidupan Kkartika Sustry 08-Jun-2020
Meninggalkan masjid setelah salat Idul Fitri © Oen Michael Djaja Purnama | Dreamstime.com

Saat ini Indonesia sedang mempersiapkan cara baru untuk mengatasi covid 19 yakni dengan istilah normal baru atau ‘new normal.’ Bagus memang ide terobosan ini, artinya kita bersiap menjadi pribadi yang mulai membaik. Tapi sudahkah kita menyiapkan diri menuju new normal untuk ruhani kita atau secara normatif?

Nilai-nilai Islam yang sudah diajarkan tentunya bisa kita sinkronkan dengan istilah new normal sesuai protokol pemerintah. Hal yang paling penting bisa kita lihat dari hal dasar adalah menjaga kesehatan. Islam mengajarkan untuk selalu menjaga kesehatan sebagaimana dalam sebuah hadis ‘annazhofatu minal imaan’  dengan makna ‘kebersihan adalah sebagian dari iman.’

Beberapa hal protokol new normal memang sudah diimplementasikan dalam ajaran Islam.

Mencuci tangan

Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan adalah hal penting sekali dalam Islam. Muslim yang selalu menjaga wudunya merupakan cara untuk menjaga diri dari najis dan kotoran lain. Salah satu manfaat wudu yakni terhindar dari penyakit.

Menggunakan masker atau niqab

Ini penting sebagai landasan perubahan pola kehidupan kita yang telah diterapkan adalah sunahnya menggunakan niqab bagi muslimah tentunya untuk menghindari dari hal-hal tidak baik termasuk dari penyakit menular melalui udara.

Namun, secara batiniah juga Islam selalu menjaga lisan. Maksudnya diam meninggalkan perkataan sia sia agar kita terhindar dari virus ghibah, bohong, fitnah atau lebih dikenal hoax, dan sebagainya.

Saling menjaga jarak sosial – ‘Social distancing’

Islam sudah menganjurkan khususnya untuk yang bukan muhrim agar tetap menjaga jarak. Apalagi untuk masa sekarang pergaulan yang sudah melampau batas. Maka kita perlu new normal untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sabar harus bisa menahan diri dan meninggalkan hal-hal yang tak berfaedah dan menjaga jarak dari perkara-perkara yang mengundang nafsu syahwat.

Cek suhu

Ketika kita sudah menerapkan ketiga poin tersebut maka kita juga perlu mengecek suhu tubuh kita tentunya secara normatif yakni dengan muhasabah diri. Apakah ada indikasi bahwa nafsu dan emosi kita meningkat atau tak terkendali. Maka perlu kita kembali menjadi jiwa yang baru dengan bertaubat dan menjauhi hal-hal yang tidak baik.

Imunisasi tubuh

Dalam Islam, kita bisa menjaga pola makan yang baik dengan tidak berlebihan. Makan dengan secukupnya juga olahraga yang cukup akan membuat imun tubuh kita menjadi sehat. Seperti pada pepatah islam dikatakan ‘Al-‘aqlu salim fil jismi salim’ – akal yang sehat terdapat pada jiwa yang kuat.

Namun ada hal yang paling mujarab untuk menjaga stabilitas batin kita yaitu tadarus Quran dan zikir. Ini sangat penting agar batin kita memiliki imun atau kekebalan tubuh terhadap virus-virus yang dibawa nafsu dan setan yang membayangi setiap langkah kita.

Demikian hal-hal yang bisa kita uraikan tentang protokol new normal dengan nilai Islam, semoga Allah SWT melindungi kita semua. Selamat menuju kehidupan normal baru, menjalani perubahan untuk menjadi insan yang mulia.