Orang tua dan anak yang hafal al-Quran

Sudut anak-anak Umri 18-Sep-2020
dreamstime_s_180936694
Menjadikan anak-anak hafal al-Quran © Odua | Dreamstime.com

Anak merupakan anugerah terindah yang dimiliki oleh semua orang tua, dalam bahasa lain anak adalah harta yang tidak ternilai harganya. Namun tidak jarang di sekeliling kita melihat anak yang tumbuh tidak seperti yang diharapkan orang tua. Maka orang tua harus mulai menumbuhkan pendidikan kepada anak sedini mungkin, terutama pendidikan Al-Qur’an.

Setidaknya ada tiga kewajiban orang tua kepada anaknya:  1. Memberi nama yang baik. 2. Mengajarkan ilmu. 3. Menikahkannya apabila sudah dewasa. Dari ketiga ini, salah satunya adalah mengajarkannya ilmu. Sebab, betapa pentingnya ilmu untuk masa depan seorang anak.

Hidup akan terasa mudah dijalani jika sudah ada ilmunya, sebagai orang tua tentu tidak akan khawatir akan masa depan anak, jika mereka sudah dibekali ilmu-ilmu. Terutama ilmu tentang al-Quran. Jika orang tua mampu mengajarkan al-Quran secara langsung kepada anak itu lebih baik, namun jika tidak mampu, bisa memasukkan anak ke sekolah yang bernuansa al-Quran. Di sana, sang anak bisa belajar membaca al-Quran dengan baik bahkan bisa menghafalkan al-Quran 30 juz.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Quran dan mengamalkannya.” (Hadis riwayat Bukhari). Tidak perlu diragukan lagi soal kebenaran al-Quran, sudah terlalu banyak bukti akan keabsahan al-Quran.

Satu-satunya kitab yang tidak ada perubahan setelah 1.400 tahun lebih, isi kandungannya berlaku pada setiap zaman, membacanya bernilai pahala, sebagai obat bagi mereka yang sakit, sebagai petunjuk bagi mereka yang kegelapan. Al-Quran bukan bacaan biasa. Al-Quran itu mulia, maka anak yang diajarkan al-Quran jadi anak mulia. Al-Quran itu kokoh maka anak yang diajarkan al-Quran menjadi anak yang kokoh.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang yang di dalam hatinya tidak terdapat sedikitpun dari al-Quran (yaitu orang yang  tidak hafal sedikit dari al-Quran) maka ia bagaikan rumah yang rusak.” (HR Tirmidzi)

Ustadz Yusuf Mansur, seseorang yang sangat kental dengan al-Quran. Beliau selalu berkata bukan hanya anak yang menghafalkan al-Quran. Namun orang tuanya juga harus menghafalkan al-Quran. Orang tua menjadi contoh untuk anak-anaknya.

Sebab usia berapapun tidak ada masalah dalam menghafal al-Quran. Analogi yang sangat mudah dipahami, ketika beliau berkata misalkan usia saat ini 30 tahun, lalu berniat mau menghafal al-Quran, jarak menghafal al-Quran 3-5 tahun.

Maka anda akan hafalkan Quran di usia 33 tahun atau 35 tahun. Atau misalkan usia sekarang 40 tahun maka akan hafal al-Quran usia 45 tahun. Maka tidak ada masalah untuk hafal di usia yang udah tua. Apalagi anak kecil yang di bawah 20 tahun, insya Allah akan lebih mudah lagi dalam menghafal al-Quran.

Berikut diantara tips atau solusi dari Ustadz Adi Hidayat, seorang ulama yang hafal al-Quran dan berdakwah dengan al-Quran. Setidaknya ini yang bisa dilakukan orang tua:

  1. Orang tua harus kompak untuk meniatkan anaknya untuk hafal al-Quran 30 juz
  2. Sejak kecil dekatkan dengan al-Quran dan dunia
  3. Selalulah meminta kepada Allah SWT supaya anak hafal al-Quran
  4. Berikan rezeki yang halal untuk dimakan anak tersebut
  5. Membiasakan anak dengan al-Quran
  6. Ikhtiar dengan ikhtiar yang terbaik

Menghafal al-Quran itu mudah, semua anak pasti bisa. Semoga kita menjadi Ahlul Al-Quran yang dirindukan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.