Orang yang lemah lembut dengan perkataan

Masyarakat Umri 01-Okt-2020
dreamstime_s_163607780
Orang yang lemah lembut dengan perkataan © Vichaya Kiatyingangsulee | Dreamstime.com

Orang yang lemah lembut dengan perkataan – artikel ini akan melihat kepada kebersamaan dalam hidup bermasyarakat. Manusia disebut Aristoteles dengan Zoon Politicon adalah hidup bermasyarakat, yang hidup bersama orang lain dan tidak bisa hidup tanpa adanya bantuan orang lain.

Al-Quran memberikan penjelasan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, ada yang berkulit putih dan ada juga yang berkulit hitam (Lihat al-Quran surah Al-Hujurat, ayat 13). Ini berbicara tentang keberagaman. Terlebih lagi Indonesia terdapat 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010,  dengan ratusan suku dan bangsa serta ratusan bahasa.

Menjaga akhlak yang terpuji

Dalam kehidupan bermasyarakat sudah seharusnya satu diantara yang lain untuk saling menjaga akhlak yang terpuji, satu bangsa atau satu suku harus menjaga tata kerama yang baik. Antaranya adalah dengan berbicara lemah lembut dan sopan santun. Ini semua dilakukan untuk menjaga kebinekaan dan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat.

Lukman al Hakim seorang yang sangat bijak, dalam satu wasiat kepada anaknya menyisipkan supaya anaknya kelak untuk melunakkan suara di depan orang-orang (Lihat al-Quran surah Lukman ayat 19). Akhlak yang diajarkan Lukman kepada anaknya sudah seharusnya dicontoh oleh seluruh anak di Indonesia dan dunia.

Berlawanan dengan perkataan yang lemah lembut adalah perkataaan yang kasar, keras. Al-Quran menyebut orang seperti ini dengan sindiran jangan menyerupai seperti suara keledai. Suara yang keras dan kasar sangat tidak disukai dimasyarakat umum. Orang yang kasar sekalipun tidak akan menyukai perkataan yang kasar, apalagi orang yang terbiasa berkata lemah lembut.

Berkata lemah lembut bukan berarti lemah dan kalah. Lembut namun juga tegas. Lembut namun juga kuat. Nabi Muhammad SAW dikenal dengan kelembutannya dalam bertutur kata, lembut biasanya sangat akrab dengan sifat mudah memaafkan.

Perkataan lemah lembut menjadi rahmat bagi seseorang

Sebagai contoh dalam Perang Uhud, sebagian pasukan pulang sebelum perang berlangsung dan banyak diantara meraka yang mendurhakai perintah Rasulullah SAW. Pasukan yang semula menang pun akhirnya terpukul kalah. Namun, berkat rahmat Allah SWT yang memberikan sifat lembut dan mudah memaafkan kepada Rasulullah maka Baginda tetap bersikap lembut.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”

(Quran surah al-i Imran 3, ayat 159)

Ayat ini mengajarkan bahwa perkataan yang lemah lembut mampu menjadi rahmat bagi seseorang, maka hendaklah sebagai manusia yang bermasyarakat untuk berkata lembut. Terlebih lagi kepada orang tua, berbicara kepada anak sedikitpun tidak boleh berkata kasar.

Perkataan laksana sebuah pisau yang bisa melukai siapa saja, namun juga bisa bermanfaat buat orang lain. Berkatalah dengan suara lemah lembut supaya engkau dicintai oleh banyak orang, berkatalah dengan lemah lembut supaya engkau tidak terkalahkan.