Buletin SalamWebToday
Daftar untuk mendapatkan artikel SalamWeb Today mingguan!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Pahlawan Peristiwa G30SPKI

Asia 30 Sep 2020
Kkartika Sustry
Pahlawan Peristiwa G30SPKI
Pahlawan Peristiwa G30SPKI © CC BY 3.0, Pranala

Peristiwa yang memilukan menjadi sejarah berdarah bagi bangsa Indonesia, pada tanggal 30 September 1965 yang dikenal dengan Gerakan 30 September/PKI, sering disingkat Gerakan 30S/PKI. Pembantaian dan kudeta yang diterjadi menyebabkan banyak para pahlawan yang berguguran.

Peristiwa G30SPKI terjadi di berbagai daerah di Indonesia tetapi pusatnya di Jakarta dan Yogyakarta. Kisah memilukan para pahlawan yang membela Indonesia tercatat dalam sejarah. Partai Komunis Indonesia (PKI) bertujuan menjadikan Indonesia negara komunis. Mereka menculik para anggota TNI dan membantainya dengan kejam.

Pahlawan Peristiwa G30SPKI

Saat ini Indonesia sudah 75 tahun merdeka. Namun sebagai bentuk apresiasi setinggi-tingginya terhadap para pahlawan kita marilah senantiasa mengirimkan doa agar mereka tenang di Surga-Nya. Para pahlawan ini pula yang mendapat gelar pahlawan revolusi.

Ada beberapa para pahlawan yang tercatat dalam sejarah pada peristiwa G30/SPKI berikut ini:

Letnan Jenderal M.T Haryono

Mas Tirtodarmo Haryono seorang letnan jenderal Angkatan Darat, ia salah satu perwira tinggi TNI yang di bawa ke lubang buaya dalam kondisi telah meninggal dunia. Ia menjadi korban kekejaman PKI ketika berusia 41 tahun.

Ia dijemput paksa oleh pasukan Cakrabiwara pada tengah malam, saat itu ia masih sempat menyuruh anak dan istrinya untuk pergi kemudia penculik tersebut menembak Haryono hingga mati di kamarnya sendiri pada akhirnya jasad Haryono di bawa ke lubang buaya.

Letnan Jenderal S.Parman

Letnan Jenderal Siswodo Parman yang dikenal juga S. Parman, ia sempat menjadi siswa kedokteran namun pada akhirnya fokus pada militer. Tugas besar yang pernah diembannya adalah menghentikan pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA).

Sekitar pukul 04.00 1 oktober 1965 kediamanya di kepung oleh pasukan Cakrabirawa kemudian ditembak mati dan dilemparkan ke lubang buaya.

Letnan Jenderal R. Suprapto

Letnan Jenderal R. Suprapto semasa hidupnya dekat dengan maut, mulai dari menjadi tawanan tentara Jepang hingga ikut angkat senjata di Ambarawa untuk melawan Sekutu, demi mempertahankan tanah air ia selalu mencari cara untuk selamat.

Namun ia terjebak dengan dalih dipanggil Soekarno seketika itu menghilang kemudian baru ditemukan pada tanggal 03 Oktober 1965 dengan kondisi tak bernyawa di lubang buaya.

Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani

Ahmad Yani adalah orang nomor satu di Angkatan Darat. Ia menjabat sebagai Panglima AD ke-6 di pemerintahan Presiden Soekarno. Tepat pada dini hari 1 oktober 1965 pasukan Pasopati PKI mengepung kediaman Ahmad Yani.

Sang Jenderal yang berusaha berontak pun ditembak dan dibawa dengan bersimbah darah. Dua hari kemudian, jasadnya ditemukan di sumur lubang buaya, Jakarta Timur bersama dengan enam perwira lainnya.

Diantara para pahlawan yang lain juga termasuk dalam kategori pahlawan revolusi yaitu Mayor Jenderal D.I Pandjaitan, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, Kapten Pierre Temdean, AIPDA Karel Satsuit Tubun, Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo, dan Kolonel Sugiono yang demikian ini sebagai renungan bagi kita bahwa mereka telah menjadi pahlawan bagi bangsa Indonesia.