Palestina, nasibmu kini

Dunia Bayu RI 31-Agu-2020
dreamstime_s_178679274
Indonesia-Palestina © Liskonogaleksey | Dreamstime.com

Suasana kemeriahan kemerdekaan Indonesia yang ke 75 tahun beberapa minggu lalu tidak hanya dirasakan di tanah air. Nun jauh di sana di negeri para anbiya Palestina, juga merasakan semarak kemerdekaan Indonesia. Beberapa komunitas masyarakat Palestina ikut merayakan kemerdekaan Indonesia dengan berbagai kegiatan yang menarik dan menghibur. Aneka permainan rakyat khas Indonesia mereka adakan di sana, bahkan ada yang melukis bendera dan tulisan kemerdekaan Indonesia dengan kreatifitas yang menarik.

Sejak periode awal kemerdekaan Indonesia, Palestina sudah memiliki hubungan baik dengan Indonesia. Telah terjalin hubungan bilateral yang kokoh sejak dahulu, hal ini dilatarbelakangi karena memiliki nasib yang sama, pernah dijajah oleh imprealisme barat, serta diikat dengan kesamaan akidah yakni agama Islam. Ketika Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Palestina termasuk negara yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia.

Berbagai bentuk kepedulian masyarakat Indonesia terhadap saudara mereka di Palestina, sejak lama telah ditunjukkan dengan ikut peduli dan membantu meringankan beban mereka yang sejak 1948 hingga saat ini belum merasakan nikmat kemerdekaan terbebas dari penjajah Israel. Bantuan kemanusiaan datang dari berbagai lembaga sosial dan komunitas di tanah air. Di level negara juga demikian, secara konsisten Indonesia terus berupaya membantu Palestina agar terbebas dari belenggu penjajah.

Maka tidak heran, ketika menyaksikan dalam sebuah tayangan pada halaman Facebook Bang Onim, salah seorang relawan kemanusiaan dari Indonesia yang saat ini terus mengabdi di Palestina, tentang eksperimen terhadap  beberapa warga Palestina yang diberikan pilihan. Diberikan uang sebesar 100 dolar dengan syarat membakar bendera Indonesia (berukuran kecil).

Dalam tayangan tersebut menunjukkan tidak satupun dari rakyat Palestina yang bersedia membakar bendera Indonesia. Salah seorang yang diwawancarai mengatakan, “Jika diberikan uang berapapun, membakar bendera Indonesia tidak akan saya lakukan, karena kami menyadari betul bahwa rakyat Indonesia sangat  peduli dan cinta dengan saudara muslim mereka di Palestina.”

Konflik Israel dan Palestina  belum menunjukkan tanda-tanda menuju perdamaian, pasang surut hubungan dua negara ini dipicu oleh berbagai keadaan yang saling bersitegang. Pada bulan Agustus 2020 ini misalnya, pejuang hamas meluncurkan bom api yang dipasang pada balon atau kantong plastik yang digelembungkan dan melintasi wilayah Israel. Sehingga memicu kebakaran di wilayah selatan Israel yang menyebabkan kerusakan signifikan pada tanaman. Sebagai tanggapan, jet tempur Israel membalas dengan menghantam infrastruktur bawah tanah milik Hamas di jalur Gaza Selatan.

Kini sudah 72 tahun, Palestina dalam kondisi ketidakpastian. Suasana hidup bebas dan merdeka sepertinya masih menjadi mimpi yang entah kapan akan terwujud. Negara-negara tetangga Palestina, seperti Mesir, Qatar, Lebanon, Arab Saudi dan lainnya belum menunjukkan dukungan sepenuhnya kepada Palestina agar merdeka dan terbebas dari invasi Israel.

Harapan besar rakyat Palestina salah satunya tertumpang kepada negara Indonesia. Sebagai sebuah negara besar dan berdaulat dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia. Dengan kekayaan sumber daya alam yang juga besar dan kemampuan diplomasi terhadap negara-negara anggota OKI maupun di Dewan Keamanan PBB, sangat diharapkan peran nyata Indonesia dalam kancah internasional untuk mendorong terwujudnya negara Palestina merdeka. Insya Allah.