Pemimpin dambaan umat

Jiwa Komiruddin 05-Sep-2020
ID 92078755 © Kitti Kahotong | Dreamstime.com
Pemimpin dambaan umat © Kitti Kahotong | Dreamstime.com

Pemimpin adalah unsur terpenting dalam setiap perusahaan, organisasi atau gerakan. Maju mundurnya sebuah perusahaan, naik turunnya sebuah organisasi dan semangat melempemnya sebuah gerakan tergantung kepada pemimpinnya.

Saking  pentingnya pemimpin, maka dalam setiap perjalanan, Nabi SAW perintahkan untuk mengangkat seorang yang menjadi pemimpin walau hanya berdua. Pemimpinlah yang menetapkan tujuan, menentukan target, menggariskan kebijakan, mengarahkan perjuangan, memompah semangat dan menempatkan personel personel pada tempatnya.

Karena pentingnya pemimpin, maka paling tidak ada empat kriteria yang harus dimiliki pemimpin dambaan dan harapan umat.

Pertama: Qowwi, artinya kuat. Kuat fisik dan mental. Tidak sakit sakitan atau gampang sakit. Mandiri, berani dan tidak penakut, tidak dalam tekanan, dihitung, berwibawa, berpengaruh dan dihargai, serta bukan peragu.

Kedua: Amin, memegang amanah dan tidak khianat, dapat dipercaya dan orang merasa aman menitipkan barang barang padanya.

Ketiga: Hafidz, dapat menjaga apa yang diamanahkan padanya dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban.

Keempat: Alim, berpengetahuan, selalu belajar, tidak gaptek, selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan berwawasan luas.

Itulah sifat yang dimiliki Nabi Musa a.s sebagai modal dasar untuk menghancurkan tirani yang bernama Fir’aun. Dan sifat itu begitu terlihat sehingga salah seorang putri dari penduduk negeri Madyan berkeinganan untuk menjadi istrinya walau baru berkenalan.

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (Al-Quran, surah al-Qashash, ayat 26)

Ini juga yang menjadi sifat utama Nabi Yusuf a.s ketika diserahi mengelola perbendaharaan negeri Mesir yang saat itu ditimpa krisis panjang. Bersabda Nabi Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (Surah Yusuf, ayat 55). Dengan sifat itu pula Mesir dapat keluar dari krisis panjang yang mematikan.

Begitu juga saat Allah SWT memilih Thalut sebagai pemimpin bani Israil, Allah bekali dengan keluasan ilmu dan tubuh yang perkasa.

Nabi (mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilihnya untuk (menjadi raja) mu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa” ( Al-Baqarah ayat 247)

Dengan sifat itu Thalut dapat mengalahkan Jalut dalam pertempuran yang sengit dan tidak berimbang, dan bani israil keluar dari perbudakan

Karenanya, jika kita ingin muka menatap ke depan, leher tegak bak besi beton, kaki berdiri tegap, tangan terkepal dan suara lantang menggelegar tidak ada jalan kecuali..

Tidak ada jalan kecuali mencari pemimpin kuat, amanah, bertanggung jawab dan memiliki wawasan luas dan semangat belajar.