Pempek – makanan halal khas dari Palembang

PEmpek-makanan
Pempek kuliner khas Palembang © today.line.me/id

Tolok ukur makanan masyarakat Muslim tentunya standar yang diberikan sesuai syariat Islam yaitu antara halal dan haram. Halal secara harfiah berarti diizinkan, artinya dibolehkan untuk digunakan. Lalu lawan katanya haram yaitu dilarang atau tidak diizinkan.

Berkaitan dengan tersebut istilah haram dan halal banyak digunakan yang berkaitan dengan produk makanan, kosmetik, farmasi dan lainnya. Adapun dalil anjuran untuk makan makanan halal yaitu :”Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah direzkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (Surah al-Maidah : 88)

Nah, berdasarkan ayat tersebut maka perlu sekali bahwa sebagai umat Islam untuk melihat kehalalan suatu makanan sesuai yang disyariatkan. Kategori makanan halal dilihat dari dzat makanan tersebut, proses pengolahannya, dan cara mendapatkannya. Berikut ini, penulis akan merekomendasikan makanan yang halal di kota Palembang yaitu Pempek.

Pempek menempati posisi teratas dari daftar kuliner yang harus dikunjungi ketika seseorang ke Palembang. Menurut masyarakat Palembang pempek merupakan makanan khas yang memiliki sejarah yang panjang. Tepatnya pada abad ke 16 ketika para perantau dari Tionghoa masuk ke Palembang, suatu hari ada seorang lelaki tua yang  melihat di daerah sungai Musi (sungai yang terluas ditandai dengan adanya jembatan Ampera) melihat banyaknya ikan yang melimpah di sekitar sungai.

Ia merasa prihatin dan mencari akal dengan mengolah ikan dengan tepung tapioka sehingga menghasilkan makanan bernama Pempek. Ditambahkan lagi oleh seorang budayawan Sumsel, Yudhy Syarofie bahwa awalnya pempek adalah akulturasi kebudayaan kuliner yang dibawa pedagang China ke Palembang berupa Bakso, namun bakso adalah berbahan dasar daging yang belum.jelas kehalalannya. Maka diganti dengan bahan dasar ikan sesuai dengan historis banyak ikan yang dihasilkan para nelayan.

Nama Pempek sendiri menurut cerita diambil dari kata ‘Apek’ yang berarti ‘Paman’ atau ‘Lelaki tua’. Kemudian lebih dijadikan bahasa panggilan ‘Pek-pek-pek’, maka dikenalah sekarang dengan istilah Pempek.

Pempek sendiri banyak sekali varianya mulai dari pempek kulit, adaan, keriting, telur, pempek kapal selam, pempek tahu, pempek lenjer dan pempek pistel yang dimakan bersama kuah bernama cuka, dengan bahan dasar cuka makanan dicampur gula mera dan asam. Dengan varian rasa yang sangat menggugah lidah pengunjung. Pempek juga harganya terjangkau mulai dari Rp.500 hingga Rp20.000.

Jika ditinjau dari aspek produksi bahan  makanan khas Palembang ini merupakan makanan asli halal bahkan masyarakat muslim banyak sekali yang menyukai Pempek. Jadi kita tidak perlu khawatir saat memakan pempek di kota Palembang.

Adapun restoran yang menyediakan pempek banyak sekali, kita tidak perlu bingung seperti Pempek Pak Raden, Pempek Candy, Pempek Cek Tasya, Pempek Beringin, dan masih banyak lagi restoran yang menjual makanan khas ini. Umat Islam yang ada di Palembang tentunya tidak meninggalkan kebiasaan makan pempek di pagi hari, dengan istilah ‘Ngirup cuko’ sebagai menu sarapan yang mengenyangkan.