Pendapat kita dan opini dari orang lain

Kehidupan Komiruddin 10-Sep-2020
dreamstime_s_191948203
Kita dan opini © Airdone | Dreamstime.com

Jika kita ingin maju dan keluar dari permasalahan jangan abaikan pendapat orang lain. Mengetahui pasar adalah kunci kesuksesan. Jika kita ingin membuka usaha berjualan kue Surabi (jajanan tradisional) misalnya, maka dengarkan pendapat orang yang ada di sekitar itu tentang Surabi.

Sebab seenak apapun Surabi yang kita buat dan sebagus apa pun bentuk promosi yang kita sebarkan, jika opini umum tidak mendukung, jangan lakukan. Jangan kita bersikukuh untuk tetap membuka usaha berjualan Surabi padahal kita sudah mengetahui opini umum tersebut.

Begitulah hendaknya kita dalam setiap masalah, harus memahami sudut pandang orang lain terhadap masalah yang sedang kita alami, agar kita bisa mengambil perbandingan lalu keluar dari masalah tersebut dan terhindar dari akibat buruknya.

Namun, kadang kita kekeh terhadap pendapat kita tanpa memperhatikan opini yang berkembang dan pertimbangan pertimbangan orang lain. Kita kekeh karena kita menganggapnya sudah final, padahal menurut orang lain itu bukan atau belum final tetapi masuk ruang lingkup ijtihadi yang masih mungkin didiskusikan, sebab ia bisa berubah sesuai situasi dan kondisi, apalagi itu hanya pendapat manusia. Yang tidak bisa berubah hanya Al-Quran dan Hadis Nabi Muhammad SAW.

Kita kekeh dengan pendapat kita karena didorong oleh opini ini hak kita. Kitalah yang benar, yang lain salah dan harus diperjuangkan sampai tetes darah terakhir. Padahal mundur dari mengambil hak tersebut tidak berdosa dan bisa jadi suatu kemulian dan mengangkat martabat. Atau kita kekeh dengan pendapat kita karena ego pribadi atau golongan, tanpa memikirkan akibat buruk di masa depan.

Jadi, jangan pernah meremehkan pendapat orang lain, apalagi pendapat tersebut dari para ahlinya yang tidak memiliki kepentingan kecuali kebaikan. Mendengarkan pendapat dan dan opini yang berkembang adalah satu diantara cara pemimpin dalam menyelesaikan permasalahan.

“Sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.”  (Quran surah az-Zumar, ayat 17-18)