Pengembala, pekerjaan luar biasa

Seorang pengembala di Turki © Irishka777 | Dreamstime.com

Mengembala termasuk pekerjaan tertua yang dilakukan oleh umat manusia. Hewan yang digembala biasanya menjadi sumber untuk memenuhi kebutuhan pangan berupa daging dan susunya. Selain itu beberapa ternak bisa diambil bulunya untuk dimanfaatkan menjadi bahan pakaian. Manfaat yang besar ini menjadikan pekerjaan mengembala menjadi sangat dibutuhkan ketika pemilik hewan ternak tersebut tidak dapat mengurus peliharaannya.

Hal yang menarik adalah mengembala bukanlah pekerjaan sembarangan yang bisa diremehkan. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis dari sahabat mulia, Abu Hurairah r.a. “Tidak ada Nabi kecuali pernah menjadi penggembala kambing.” Mereka para sahabat bertanya, “Apakah engkau juga wahai Rasulullah?” Beliau berkata, “Iya, saya telah menggembala dengan imbalan beberapa qirath dari penduduk Mekah.” (Hadis riwayat al-Bukhari)

Pernyataan beliau di atas bukanlah tanpa alasan, Allah SWT berfirman di dalam al-Quran: “Musa berkata, Ini adalah tongkatku. Aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya.” (Surah Thaha:18)

Selain untuk mendapatkan upah, mengembala juga memiliki beberapa faedah. Dalam kitab Fathul Bari yang ditulis oleh Imam Ibnu Hajar Al Asqalani r.a, beliau mengungkapkan beberapa hikmah dibalik pengembalaan kambing sebelum masa kenabian.

Pertama, seorang Nabi akan terbiasa menangani problematika umat manusia. Kalau mengatur kambing saja tidak bisa, bagaimana mungkin akan mampu mengatur umatnya.

Kedua, seorang Nabi akan dilatih untuk bersabar dalam menyantuni dan mengayomi. Karena ketika kambing dalam jumlah banyak terpisah, butuh kesabaran untuk menghadapi sifat kambing yang penurut dan pembangkang. Pengalaman tersebut mengajarkan bagaimana menangani orang yang memiliki tabiat dan karakter berbeda-beda.

Ketiga,  menunjukkan sifat tawaduk dari Nabi SAW karena mau mengungkap masa lalunya yang hanyalah orang biasa. Biasanya orang yang sudah memiliki kedudukan, tidak akan mau mengungkit masa lalu yang dapat merendahkannya.

Keempat, seorang dai harus memiliki pekerjaan untuk mendukung nafkah diri dan keluarganya walaupun hanya mengembala. Jangan gantungkan hidup kepada orang lain yang bisa membuat dakwahnya kurang berharga. Wibawanya akan jatuh ketika mengharapkan imbalan berupa uang dan perhiasan dunia.

Dari paparan Imam Ibnu Hajar r.a ini, kita dapat menarik kesimpulan ahwa mengembala bukanlah pekerjaan rendahan. Bagi anda yang sedang mencari kerja atau sudah bekerja, mungkin bisa mencoba menggeluti profesi yang pernah dilakoni oleh seluruh Nabi ini. Ketika berniat ingin menjiplak hidup manusia pilihan, Allah SWT akan memberikan ganjaran. Insya Allah.