Pengertian dan hukum hak asuh anak

Anak-anak Roni Haldi Alimi
Roni Haldi Alimi
Pengertian dan hukum hak asuh anak
Pengertian dan hukum hak asuh anak © Paulus Rusyanto | Dreamstime.com

Pemeliharaan anak hakikatnya adalah pemenuhan untuk berbagai aspek kebutuhan primer dan sekunder anak. Pemeliharaan anak meliputi berbagai aspek seperti pendidikan, kesehatan, ketentraman, dan segala aspek yang berkaitan dengan kebutuhannya sehari-hari.

Dalam ajaran Islam dijelaskan bahwa tanggung jawab ekonomi berada di pundak suami sebagai kepala rumah tangga. Meski tidak menutup kemungkinan tanggung jawab itu beralih kepada istri untuk membantu suaminya apabila suami tidak mampu melaksanakan kewajibannya.

Pengertian hak asuh anak

Hal yang dimaksud pada prinsipnya adalah tanggung jawab suami istri kepada anak-anaknya. Oleh karena itu, amat penting mewujudkan kerjasama dan saling membantu antara suami istri dalam memelihara anak sampai ia dewasa.

Dalam ilmu fikih Islam, istilah pengasuhan anak dikenal dngan istilah hadhanah. Kata hadhanah ini sendiri berasal dari bahasa arab, diambil dari kata حضن – يحضن- حضنا yang artinya mengasuh anak, memeluk anak, ataupun pengasuh anak, hadhinatun.

Sedangkan hadhanah menurut istilah ialah pemeliharaan anak yang belum mampu berdiri sendiri mengurusi dirinya, memberikan pendidikan yang layak, serta menjaganya dari sesuatu yang membinasakannya atau yang membahayakannya.

Hukum hak asuh anak

Allah berfirman dalam Al-Quran:

“Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

(Quran surah al-Baqarah, ayat 233)

Hukum hadhanah (pengasuhan anak) ini wajib menurut jumhur ulama, dan tidak ada satupun dari para ulama yang menyelisihinya. Bahkan, para ulama menghukuminya wajib ‘aini jika tidak ada seorangpun yang mampu merawatnya kecuali hanya si pengasuh tersebut. Atau banyak yang mampu mengasuh dan merawat tetapi hanya dia yang diingini oleh anak tersebut.

Jaga dan asuhlah anak bersama

Pemeliharaan anak pada dasarnya merupakan tanggung jawab kedua orang tua secara bersama. Anak adalah amanah Allah Taala dan tidak bisa dianggap sebagai harta benda yang bisa diperlakukan sekehendak hati oleh orang tuanya. amanah anak harus dijaga sebaik mungkin oleh yang memegangnya, yaitu orang tua.

Anak adalah manusia yang memiliki nilai kemanusiaan yang tidak bisa dihilangkan dengan alasan apa pun, dia merupakan pilar utama dalam pembangunan suatu bangsa, karena anak merupakan generasi penerus bangsa.

Oleh karena itu, anak harus dijaga, dilindungi, diawasi, dan diberi pendidikan, bantuan, bimbingan, pengarahan, dan perlindungan dengan sebaik-baiknya. Berikan asuhan terbaik agar anak tersebut bisa tumbuh dan berkembang dengan cemerlang demi terciptanya generasi masa depan yang saleh, berakhlak, dan bermartabat.