Pengertian Khitbah dan ajakan berumah tangga

Pernikahan Roni Haldi Alimi
Pilihan oleh Roni Haldi Alimi
Pengertian Khitbah dan ajakan berumah tangga
Pengertian Khitbah dan ajakan berumah tangga © Евгений Вершинин | Dreamstime.com

Sesungguhnya berpasang-pasangan dalam kehidupan manusia adalah sunnatullah. Allah SWT juga telah menciptakan semua makhluk serba berpasangan. Jadi berpasangan adalah fitrah hidup.

Bekeluarga adalah wujud berpasangan yang diikat oleh ijab dan qabul. Menuju sebuah pernikahan mestilah melalui proses perkenalan yang dihalalkan. Media perkenalan itu sering diistilahkan dengan khitbah.

Pengertian Khitbah – ajakan berumah tangga

Secara etimologi Khitbah artinya ‘meminta, meminang atau melamar seorang perempuan untuk dijadikan sebagai seorang istri’. Dalam kompilasi hukum Islam, khitbah didefinisikan suatu upaya ke arah terjadinya perjodohan antara seorang pria dengan seorang wanita.

Ini sering dipahami oleh masyarakat umum sebagai proses di mana seorang laki-laki meminta seorang wanita untuk menjadi istrinya dengan cara-cara yang lumrah.

Intinya ajakan untuk berumah tangga.

Khitbah dan batasannya, belum sah suami istri

Rasulullah shallahu alaihi wasallah bersabda:

“Janganlah seorag laki-laki mengkhitbah wanita yang sudah dikhitbah oleh saudaranya, kecuali bila saudaranya itu telah meninggalkannya atau memberi izin.”

(Hadis riwayat Bukhari)

Khitbah itu masih sebatas permintaan yang bisa dijawab ‘Iya’ atau ‘Tidak’. Bila telah di jawab ‘iya’, maka jadilah wanita tersebut sebagai ‘Makhtubah’, atau wanita yang telah dipinang.

Sehingga secara hukum perempuan makhtubah tersebut tidak diperkenankan menerima khitbah atau pinangan laki-laki lain, walaupun mereka belum sah sebagai sepasang suami istri.

Dalam Islam tidak mengenal kehalalan hubungan mereka yang sudah dikhitbah, karena keduanya belumlah sah sebagai suami istri. Namun kenyataannya, proses khitbah seperti sudah dianggap sudah menikah alias sudah ijab qabul.

Khitbah pintu masuk pertama sebelum berumah tangga

“Ah…biar saja mereka berdua keluar, anak kita kan sudah di lamar,” ujar sang ibu kepada suaminya membenarkan prilaku menyimpang yang dilakukan anak perempuannya, di bawa jalan-jalan sore oleh pria yang telah menjadi tunangannya.

Dalam masyarakat, hal ini dianggap biasa saja, tak perlu dirisaukan. Padahal praktek seperti itu bertentangan jauh dengan pemahaman syari’at yang masih belum menghalalkan hubungan keduanya.

Padahal khitbah itu dimaksudnya sebagai pintu masuk pertama sebelum memasuki rumah tangga. Dengan dibolehkannya khitbah, seorang laki-laki beserta keluarganya sudah mengetahui dan melihat siapa wanita yang akan dijadikan calon istri serta ibu dari anak-anaknya.

Khitbah adalah proses awal perkenalan kedua belah pihak yang ingin membentuk rumah tangga yang bahagia. Khitbah itu adalah batu bata pertama dari sebuah bangunan bernama rumahtangga. Pahami hakikat khitbah agar rumahtangga berbuah bahagia.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.