Penyebab turunnya rahmat Allah SWT

Pendidikan 26 Apr 2021 Tholhah Nuhin
Tholhah Nuhin
Penyebab turunnya rahmat Allah SWT
Penyebab turunnya rahmat Allah SWT © Sukmariski621 | Dreamstime.com

Ramadan adalah bulan yang memiliki keagungan dan kemuliaan dibanding dengan bulan-bulan yang lain. Meskipun bulan ini, tidak masuk kategori empat bulan yang dimuliakan atau ‘Arb’atun Hurum’ yang tersurat dalam ayat 36, surah At-Taubah.

Apa penyebab turunnya rahmat Allah SWT?

Ada beberapa ulama yang mengklasifikasikan bulan Ramadan menjadi tiga bagian. Yang pertama adalah turunnya Rahmat Allah Taala. Bagian yang kedua atau 10 hari kedua adalah pengampunan Allah. Dan bagian ketiga adalah pembebasan dari Api Neraka. (hadis diriwayatkan Imam Al-Baihaqi, dari Salman Al-Farisy, tapi dihukumi daif)

Ramadan pastinya adalah rahmat Allah Taala. Namun, apa faktor-faktor yang menjadikan turunnya rahmat Allah?

Menjadi umat Rasulullah SAW 

Hal ini didasari hadis Nabi Muhammad SAW berikut ini:

“Sesungguhnya umat ini dirahmati Allah. Tidak diazab di akhirat. Azabnya di dunia; gempa dan bala….”

(Hadis riwayat Imam Abu Dawud dan Imam Ahmad, dari sahabat Abi Musa r.a)

Mencari rida Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya seorang hamba yang senantiasa mencari rida Allah, maka Allah berkata kepada Jibril, “Sesungguhnya hamba-Ku senantiasa mencari rida-Ku bahwa rahmat-Ku meliputinya.” maka Jibril berkata, “Rahmat Allah atas fulan tersebut.” dan itu diucapkan oleh malaikat dua pembawa arasy dan seluruh makhluk di sekitarnya, di seluruh langit tujuh kemudian mereka turun ke bumi.”

(Hadis riwayat Imam Ahmad, dari sahabat Tsauban r.a)

Saling menyayangi terhadap saudara atau manusia yang lain

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Orang-orang yang menyayangi dirahmati dan dikasihi oleh Allah Maha Rahman, sayangilah yang di atas bumi, yang di langit pasti menyayangi kalian.”

(Hadis riwayat Abu Daud dan Tirmidzi)

Orang yang senantiasa mulazamah (menemani) dengan masjid

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Orang yang melazimi masjid mempunyai tiga keuntungan; teman yang bermanfaat, kalimat hikmah dan rahmat yang selalu di nanti.”

(Hadis riwayat Imam Ahmad, dari sahabat Abu Hurairah r.a)

Menyayangi binatang menyebabkan pahala dan masuk Surga

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ketika seorang laki-laki sedang dalam perjalanan, ia kehausan. Ia masuk ke dalam sebuah sumur yang curam, lalu minum di sana. Kemudian ia keluar. Tiba-tiba ia mendapati seekor anjing di luar sumur yang sedang menjulurkan lidahnya dan menjilat-jilat tanah lembab karena kehausan. Orang itu berkata, ‘Anjing ini telah merasakan apa yang baru saja saya rasakan.’ Kemudian ia kembali turun ke sumur dan memenuhi sepatunya dengan air lalu membawanya naik dengan menggigit sepatu itu. Sesampainya di atas ia minumi anjing tersebut. Karena perbuatannya tadi Allah berterimakasih kepadanya dan mengampuni dosanya.”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kalau kami mengasihi binatang kami mendapatkan pahala?” Beliau bersabda, “Berbuat baik kepada setiap makhluk pasti mendapatkan pahala.”

(Hadis riwayat al-Bukhari, 2363; Muslim, 2244)

(Bersambung di artikel ‘Faktor-faktor yang menyebabkan rahmat Allah SWT‘)