Peperangan yang terjadi selama bulan Ramadan dalam sejarah Islam

Sejarah 04 Mei 2021 Asna Marsono
Terbaru oleh Asna Marsono
Peperangan yang terjadi selama bulan Ramadan dalam sejarah Islam
Peperangan yang terjadi selama bulan Ramadan dalam sejarah Islam © ali sulima | Dreamstime.com

Bulan suci Ramadan mengandung banyak peristiwa penting dan signifikan dalam sejarah Islam. Sejarah itu kaya akan sejarah kemenangan dan kesuksesan, terutama sebagai imbalan atas pengorbanan umat Islam.

Hal ini membuktikan bahwa bulan Ramadan bukan hanya sebulan untuk menahan diri karena berpuasa, serta menanti berbuka puasa. Sebaliknya, sejarah bulan Ramadan adalah sejarah penting umat Islam.

Artikel ini menyoroti kemenangan dari jeri payah yang dikorbankan dalam bulan suci Ramadan. Agar kita tidak melupakan sejarah kita dan menjadi asyik berbisnis riang dan berbuka puasa dengan makanan yang banyak.

Pertempuran Ramadan: Pertempuran Sejarah Badar

Di antara pertempuran Ramadan, Pertempuran Badar adalah salah satu bab yang paling berkesan dan mulia dalam sejarah Islam. Pertempuran pertama antara golongan beriman dan kafir terjadi di Badar, dekat Makkah, pada bulan Ramadan, 624 Masehi.

Dalam perang ini, hanya 313 Muslim yang tidak bersenjata yang mendapat kemenangan di depan ribuan tentara bersenjata dari pasukan. Allah Taala langsung menolong umat Islam dengan mengirimkan tiga hingga lima ribu malaikat.

Dalam Kitab Suci Al-Qur’an, pertempuran ini telah disebut sebagai ‘Yaumul Furkan’ (hari yang membedakan antara kebenaran dan kepalsuan). Sebanyak 70 orang termasuk Abu Jahal, Utbah, dan Syaibah tewas dalam pertempuran Badar.

70 lainnya ditangkap dari kaum kafir. Di sisi lain, 14 muslim mendapat gelar syahid. Terpesona dengan perlakuan Nabi Muhammad SAW yang pemaaf terhadap tahanan, banyak yang kemudian masuk Islam.

Penaklukan Makkah

Pertempuran penting lainnya terjadi selama Ramadan. Rasulullah SAW dan para sahabatnya menaklukkan Makkah pada tanggal 20 atau 21 Ramadan pada kedelapan Hijriah.

Dari kemenangan ini, Rasulullah SAW membebaskan tempat suci ini dari dosa syirik. Rasulullah memasuki Makkah dan menyatakan pengampunan umum. Beliau menyatakan, “Mereka yang menjaga pintu mereka terkunci aman. Mereka yang tinggal di rumah Abu Sufyan juga aman. Mereka yang berlindung di Kakbah juga aman.”

Kemudian Nabi SAW memasuki Kakbah pada hari itu dan memerintahkan yang pertama untuk membuang berhala-berhala. Saat itu ada 360 patung berhala di dalam Kakbah.

Ada juga berbagai lukisan manusia di dinding. Semua ini musnah. Dengan cara ini, rumah suci Allah Taala dibebaskan dari syirik. Kemudian Rasulullah SAW membacakan Takbir dan menyucikan Kakbah. Ini adalah perayaan kemenangannya.

Pertempuran Ramadan: Pertempuran sejarah al-Qadisiyyah

Di antara pertempuran Ramadan, Pertempuran al-Qadisiyyah juga disebut-sebut layak. Itu terjadi di bulan Ramadan, 15 Hijriah. Pertempuran terjadi antara muslim di bawah kepemimpinan Sa’d bin Abi Waqqas r.a dan Persia di bawah kepemimpinan Rustom.

Jumlah total tentara Muslim dalam perang ini adalah 36 ribu atau lebih. Dan tentara orang-orang kafir dari kalangan penduduk Kota Qur’ud berjumlah dua ratus ribu orang. Setelah empat hari tiga malam pertempuran sengit, Pertempuran al-Qadisiyyah berakhir.

Hanya 36.000 tentara Muslim dapat mengalahkan 200.000 pasukan Persia yang lengkap! Akibat perang ini, wilayah ini menjadi bagian dari Irak dan semua hambatan terhadap penyebaran Islam di sana dihapus.

Setelah pertempuran ini empat ribu tentara Persia masuk Islam. Selain itu, berbagai suku dan imam yang tinggal di Irak datang berkelompok dan memeluk Agama Islam dari Sa’d bin Abi Waqqas r.a.

Penaklukan Spanyol: Al-Andalus

Pada bulan Ramadan 92 Hijriah, jenderal Muslim yang brilian Tariq bin Ziyad membebaskan Spanyol, Al-Andalus, dalam pertempuran yang tidak berhenti memukau sejarawan.

Tariq bin Ziyad, dengan hanya 12.000 tentara, menghadapi dan mengalahkan pasukan Raja Roderic yang berjumlah 90.000 orang! Selama waktu itu, Spanyol berada di bawah penindasan berat terhadap Visigoth dan Gereja.

Setelah penaklukan Muslim, pajak dikurangi menjadi seperlima dari hasil bumi. Upah yang adil diperkenalkan. Minoritas Yahudi dan Kristen juga menerima perlindungan dari negara. Semua komunitas dan agama memiliki peluang yang sama untuk masuk ke layanan publik dan diizinkan berpartisipasi di tingkat tertinggi pemerintah.

Pemerintahan Muslim membawa kemakmuran dan Al-Andalus (Spanyol) menjadi mercusuar cahaya bagi Eropa.

Pertempuran Ain Jalut (Mengalahkan Mongol)

Pada abad ke-7 Hijriah, bangsa Mongol menyapu seluruh Asia menghancurkan segala sesuatu yang tergeletak di jalan mereka. Genghis Khan dari Mongol menyebut dirinya ‘Momok yang dikirim untuk menghukum manusia karena dosa-dosa mereka’.

Setelah bencana yang mengerikan dan dengan ancaman seluruh dunia Muslim dan kemudian Eropa menjadi sasaran nasib yang sama, diangkatlah Saifuddin Qutuz, dari Mamluk Mesir. Ia bersatu dengan tentara Muslim dan bertemu Mongol di Ain Jalut, Palestina pada tanggal 25 Ramadan, 658 Hijriah.

Meskipun berada di bawah tekanan besar, umat Islam dengan bantuan Allah SWT, strategi cerdik, dan keberanian yang tak ada duanya dapat menghancurkan tentara Mongol dan membalikkan keadaan yang mengerikan ini.