Peran Ramadan dalam menguatkan ikatan dalam masyarakat

Islam untuk Pemula Asna Marsono
Asna Marsono
Peran Ramadan dalam menguatkan ikatan dalam masyarakat
Peran Ramadan dalam menguatkan ikatan dalam masyarakat © Akesin | Dreamstime.com

Bulan Ramadan yang suci ini menciptakan rasa tanggung jawab sosial dan perasaan empati dalam diri kita. Peran Ramadan menonjol dalam mengembangkan nilai-nilai spiritual, sosial, dan moral.

Ketika kita mengalami rasa haus dan lapar di bulan Ramadan, itu mengingatkan kita pada mereka yang menderita situasi keuangan, ekonomi, atau sosial yang tidak stabil.

Bulan Ramadan dan takwa terhadap Allah SWT

Bulan Ramadan adalah bulan puasa wajib di mana umat Islam tidak diperbolehkan minum, makan atau melakukan perbuatan berdosa. Tidak ada mekanisme untuk memantau seseorang, hanya Allah Taala yang mendengar, mendengarkan, dan melihat setiap tindakan kita.

Ketakwaan hamba terhadap Allah SWT adalah monitor baginya. Artikel ini akan mencerminkan bahwa bagaimana kita dapat menciptakan masyarakat yang baik melalui Ramadan.

Melalui puasa, kita menumbuhkan perasaan empati bagi umat manusia, misalnya membantu yang membutuhkan dan berbagi minuman dan makanan dengan orang lain.

Peran Ramadan dalam menciptakan rasa empati bagi umat manusia

Menurut hadis:

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”

(Hadis riwayat at- Tirmidzi)

Kita juga “…hendaknya membantu dan mendampingi saudara-saudara sesama manusia, muslim dan non-Muslim sama-sama yang membutuhkan.” (Doi 1994, 427-429)

Kehidupan Rasulullah SAW kita yang tercinta adalah contoh kebaikan dan suri tauladan yang patut diteladani. Begitu sampai di Mekah, terjadi kelaparan parah akibat kekeringan. Baginda memohon hujan atas permintaan orang. Atas doa Sang Nabi, hujan turun deras.

Rasulullah SAW mengirimkan beberapa koin perak pada kesempatan lain untuk membantu kaum yang membutuhkan meskipun mereka banyak yang memusuhi dan tidak percaya dengan beliau (Ahmad 2013). Inilah alasan bahwa Allah Taala memberikan gelar nabi terakhir utusan bagi umat manusia.

Berbagi minuman dan makanan

Telah mengabarkan kepada kami (Yunus bin ‘Abdul A’la) dia berkata; telah mengabarkan kepadaku (Anas) dari (Suhail bin Abu Shalih) dari (Bapaknya) dari (Abu Hurairah) dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

“Barangsiapa berpuasa sehari di jalan Allah Azza wa Jalla, Allah menjauhkan wajahnya dari api neraka selama tujuh puluh tahun karena hari itu.”

(Hadis riwayat An-Nasa’i. ayat 2212)

Itu sebabnya malaikat akan mendoakan hamba Allah Taala yang berbagi makanan atau minuman dalam buka puasa bersama. Jika seseorang memberi makan orang lain untuk berbuka puasa, maka ganjaran pahala akan sama dengan orang yang berpuasa tersebut. Subhanallah.

Peran Ramadan dalam ikatan sosial

Mengadakan buka puasa bersama menciptakan cinta, ikatan sosial, dan kasih sayang. Nabi Muhammad SAW menyarankan kita untuk menjamu tamu, memberi makan yang lapar, dan mengunjungi orang sakit. Baginda mengatakan:

“Siapakah di antara kalian yang pada hari ini berpuasa?” Abu Bakar berkata, “Saya.”

Beliau bertanya lagi, “Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengiringi jenazah?” Maka Abu Bakar berkata, “Saya.”

Beliau kembali bertanya, “Siapakah di antara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?” Maka Abu Bakar mengatakan, “Saya.”

Lalu beliau bertanya lagi, “Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengunjungi orang sakit.” Abu Bakar kembali mengatakan, “Saya.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda: “Tidaklah ciri-ciri itu terkumpul pada diri seseorang melainkan dia pasti akan masuk surga.”

(Hadis riwayat Muslim, 1028)

Kita dapat memahami pentingnya hubungan baik dengan tetangga dengan hadis berikut:

“Jibril selalu berwasiat kepadaku agar memenuhi hak tetangga sehingga aku mengira tetangga akan menjadi ahli waris.”

(HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)

 Pemberian untuk amal

Bulan Ramadan juga dikenal sebagai bulan tanpa pamrih dan amal. Pemberian untuk amal sama pentingnya dengan puasa. Dikatakan, amal tersebut merupakan salah satu ciri orang percaya akan Islam.

Amal termasuk amal opsional (Sadaqah), amal wajib (Zakah), dan setelah menghabiskan untuk keluarganya sendiri. Ingat, amal di bulan Ramadan mungkin dari berbagai jenis.

Zakat al-mal, zakat al-fitr dan fidiya. Puasa adalah salah satu rukun Islam. Bulan ini adalah bulan pengampunan. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita dan mengampuni dosa-dosa kita di bulan yang suci ini. Amin.

 

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.