Perang Abwa dipimpin Rasulullah SAW

Timur Tengah Kkartika Sustry
Kkartika Sustry
Perang Abwa dipimpin Rasulullah SAW
Perang Abwa dipimpin Rasulullah SAW © Brizardh | Dreamstime.com

Perang Abwa ini juga dikenal dengan Perang Waddaan karena letak geografis antara kedua daerah tersebut berdekatan yang terletak di sebelah Tenggara kota Madinah. Inilah perang yang belum dikenal banyak orang.

Peristiwa Perang Abwa terjadi pada bulan Safar yakni tahun kedua dari perhitungan bulan Hijriah.

Perang Abwa dipimpin Rasulullah SAW

Ketika itu Nabi Muhammad SAW bermaksud menghadang pedagang kaum Quraisy karena telah merampas harta kaum Muhajirin yang ditinggalkan di Mekkah ketika hijrah. Dan juga memerangi Bani Dhamrah hingga tiba di Abwa, namun terjadi peperangan.

Jumlah pasukan yang dibawa Rasulullah SAW ketika itu 200 orang dan merupakan dari pasukan infanteri dan pasukan berkuda. Kemudian sebagai panglima pasukan adalah pamannya Hamzah bin Abdul Muthalib r.a.

Ketika sampai di Abwa, Rasulullah SAW mengutus 60 orang bersama Ubaidah bin Harits dari kalangan Muhajirin. Mereka menuju sumber air di Hijaaz dan bertemu sekelompok kaum Quraisy dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahal. Kemudian Sa’ad ibn Abi Waqqash r.a adalah orang yang pertama kali melesatkan anak panah dan disebut orang yang pertama berperang di jalan Allah SWT.

Sesampai di Waddaan, Rasulullah SAW tidak mendapati kaum Quraisy. Baginda hanya bertemu dengan Bani Dhamrah. Menurut pendapat Ibnu Hajar (Alfath, 15;142), Rasulullah menegaskan pada saat itu keinginannya untuk berdamai dengan Bani Dhamrah dari suku Kinanah agar tidak memerangi Baginda dan membantu musuh.

Perang pertama setelah hijrah Rasulullah SAW

Rasulullah SAW menulis surat perjanjian tersebut dan diserahkan kepada Mahsyi bin Amir adh-Dhamri. Perang Abwa inilah yang terjadi pertama kali setelah hijrah Baginda.

Adapun isi perjanjian tersebut yaitu:

1. Perjanjian untuk saling menyerang

2.  Jika masing-masing mendapat serangan dari luar, maka salah satunya wajib membela dan menolong dengan kekuatan penuh

3. Bani Dhamrah dilarang membantu musuh-musuh kaum muslimin dalam bentuk apapun

Inilah yang terjadi pada bulan Safar tepatnya dengan istilah Perang Abwa tetapi tidak terjadi peperangan melainkan membuat suatu kesepakatan. Perang tidak semua dilakukan semena-mena melainkan ada sebab musabab yang berakibat perang.

Inilah kali pertama Rasulullah SAW berperang meskipun Baginda menginginkan perdamaian dengan kesepakatan yang baik antar kedua belah pihak.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.