Perihal seputar doa dalam agama Islam

Dunia Iman Terimo 09-Jun-2020
Temple, Mosquée avec enfant qui prie devant la porte
Perihal seputar doa © Sasin Tipchai | Dreamstime.com

Doa adalah senjata ampuh bagi seorang Muslim. Maka kita dianjurkan agar memperbanyak doa dalam setiap selesai salat fardu, dan pada waktu lainnya. Seorang hamba bagaimanapun hebatnya ia pasti memiliki kelemahan. Manusia juga diciptakan dengan banyak kekurangannya sehingga ia terkadang lemah dan membutuhkan sosok maha kuat yang hanya mampu menolongnya.

Namun setiap doa yang kita panjatkan, terkadang tidak langsung dikabulkan oleh Allah SWT. Dan Allah maha tau kapan doa tersebut saatnya dikabulkan. Allah memiliki caranya sendiri dalam mengabulkan doa setiap hamba dan itu merupakan hak istimewa Allah.

Dari ‘Ubadah bin Ash Shamit r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seseorang Muslim memanjatkan doa kepada Allah dengan satu doanya, kecuali pasti Allah akan mengabulkan  kepadanya, atau Allah akan menghindarkannya dari hal yang jelek yang akan sebanding dengan doanya tersebut, namun selama ia tidak mendoakan akan dosa ataupun memutuskan tali silaturahim.” Lalu ada yang berkata, “Jika begitu, kita akan memperbanyak doa-doa.” Baginda pun bersabda, “Bahwa Allah lebih banyak memberi (akan apa yang umatNya minta).” (Hadis riwayat at-Tirmidzi, sahih)

Juga diriwayatkan oleh al Hakim dari Abu Sai’id dan ia menambahkan bahwa “Jika Allah belum mengabulkannya, maka Allah akan menyimpan untuknya berbentuk pahala yang akan sebanding dengan doanya tersebut. (HR Ahmad dan al-Hakim)

Agama kita mengatur bahwa sebuah doa itu tidak akan tertolak dan akan dikabulkan jika memenuhi syarat serta caranya. Maka diperlukan kesabaran dalam berdoa. Dan Allah SWT menjawab doa manusia dengan tiga cara yaitu mengabulkannya, menundanya serta akan diselamatkan ia dari bala dan bahaya, serta yang ketiga, Allah menyimpan doa yang belum dikabulkan tersebut untuk hari kiamat kelak yang akan menjadi pahala baginya.

Kekayaan Allah SWT tidak akan berkurang sedikitpun meski seluruh jagad raya ini berdoa dan dikabulkan oleh Allah, namun Allah tetap akan maha kaya. Maka Islam menganjurkan agar benar-benar menaruh harapan yang tinggi dalam berdoa dan menunjukkan betapa lemahnya manusia tanpa bantuanNya. Kita diperbolehkan meminta atau berdoa dalam jumlah yang banyak dan Allah akan kabulkan.

Tergesa-gesa dalam berdoa adalah sebuah kesalahan yang sering dilakukan. Yang dimaksudkan tergesa-gesa disini adalah seseorang yang dalam meminta atau berdoa kepada Allah Azza Wajalla terkadang berucap bahwa ia telah berdoa dan terus berdoa, namun Allah tidak kunjung mengabulkan doanya.

Ucapan seperti itulah yang dikatakan doa yang tergesa-gesa. Ia tidak sabar dalam menunggu pengabulan dari Allah SWT. Sehingga orang yang berdoa tersebut merasa putus asa dan ia sungguh telah rugi karena ia telah meninggalkan doanya. Disamping itu juga, pilihlah waktu terkabul (ijabah) dimana doanya akan diterima.

Allah SWT menjamin pengabulan akan doa hambaNya, dan hendaknya kita bersemangat dalam memanjatkan doa. Dan salah satu doa tidak dikabulkan adalah karena tergesa-gesa dan pesimis akan pengabulan dari Allah. Ia merasa tiada harapan dari doa yang ia panjatkan. Karena tentu saja seorang hamba tidak dapat memaksakan Allah agar mengabulkan doanya dengan segera.

Salat malam atau salat tahajjud, merupakan senjata ampuh dalam memanjatkan doa. Lakukan dan panjatkan segala keinginan anda pada waktu sepertiga malam yang terakhir. Pada saat itu Allah SWT akan turun menjemput setiap doa, dan Allah akan merasa malu jika ada doa hambaNya yang tidak ia kabulkan.