Perintah menjaga privasi dan keamanan menurut Islam

Keamanan Sanak
Terbaru oleh Sanak
Perintah menjaga privasi dan keamanan menurut Islam
Perintah menjaga privasi dan keamanan menurut Islam © Milkos | Dreamstime.com

Privasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna ‘Keleluasaan pribadi atau kemampuan satu atau sekelompok individu untuk menutup atau melindungi kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka’.

Dari pengertian ini, privasi dapat dianggap sebagai suatu aspek dari keamanan. Tentu saja, privasi tidak hanya penting dalam kehidupan nyata tetapi juga bagi para pengguna internet untuk bereksplorasi di dunia maya dengan aman.

Perintah menjaga privasi

Apapun yang ada pada diri kita tidak semuanya bisa dibuka atau dibagikan kepada setiap orang. Hal ini bukan menutup diri atau menyembunyikan sesuatu, namun lebih kepada menjaga privasi dan menghargai diri sendiri. Ini sangat penting dan juga terkait dengan pengguna internet – yaitu menjaga data dan informasi pribadi diri.

Sebagai contoh, hadis di bawah ini menunjukkan pentingnya menjaga rahasia pribadi. Dari Abu Said al-Khudri r.a, dia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

“Sesungguhnya termasuk manusia terjelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang mendatangi perempuannya dan bersetubuh, kemudian dia menyebarkan rahasianya.”

(Hadis Riwayat Muslim)

Hadis di atas menunjukkan bahwa tidak diperbolehkannya menyebarkan rahasia apapun kepada orang lain, sekalipun keluarga terdekat.

Menjaga privasi orang lain

Menurut Imam Badruddin al-‘Aini, maksud dari kalimat menjaga privasi adalah tidak menyebarkan rahasia dan menampakkannya. Karena hal itu adalah amanah, dan menjaga amanah adalah wajib dan termasuk akhlak dari orang mukmin.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan hadis yang diriwayatkan dari Imam Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda:

“Cukuplah seseorang disebut pendusta jika ia menceritakan segala apa yang ia dengar.”

Hadis di atas memakai redaksi kata segala yang berarti bahwasanya seseorang tersebut tidak memandang hal itu termasuk hal yang pantas untuk dipublikasikan atau tidak.

Menghargai privasi orang lain

Setiap orang memaknai nilai-nilai yang dianggap privasi dengan cara yang berbeda-beda. Maka cara terbaik berkomunikasi dengan seseorang adalah dengan memahami karakter atau kepribadiannya. Pilihlah obrolan dan gurauan yang tepat sehingga tidak menyingguh privasinya, baik saat berkomunikasi tatap muka atau melalui komentar di media sosial.

Hindarilah pertanyaan yang terlalu mendetail atau mengarah kepada pertanyaan personal ketika mengobrol dengan seseorang yang belum terlalu dekat. Sebaiknya banyaklah mendengar dan membiarkan orang lain menceritakan hal-hal tentang privasinya kepada kita.

Dari penjelasan  di atas kita bisa mengambil kesimpulan bahwasanya kita harus berhati-hati dalam menjaga sikap terhadap sesama dan saling percaya. Jagalah rahasia apapun yang diketahui dan jangan menyebarkannya. Semoga Allah Taala menjaga kita sebagaimana kita menjaga rahasia diri dan orang lain.