Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Perkataan ihsan cermin perilaku baik

Islam 25 Des 2020
Kkartika Sustry
Perkataan ihsan cermin perilaku baik
Perkataan ihsan cermin perilaku baik © Milkos | Dreamstime.com

‘Mulutmu adalah harimau bagimu’, istilah yang berkembang sejak dulu sehingga membuat para pendengar sedikit ekstrim dengan istilah tersebut. Namun, saat ini yang terdengar istilah baru ‘Jarimu adalah harimau bagimu’, tentu bukan suatu tanpa alasan.

Melainkan istilah tersebut senada dengan generasi saat ini yang lebih senang berselancar di sosial media. Baik jari maupun mulut, keduanya tentu refleksi dari penjagaan kita terhadap bagaimana bersikap dengan lisan yang baik kepada orang lain. Jika baik lisan kita, maka hal itu menjadi cerminan akhlak kita yang baik.

Perkataan ihsan cermin perilaku baik

Pentingnya menjaga lisan kita agar selalu mengucapkan kata-kata yang benar juga baik. Perkataan yang baik merupakan ucapan dari pikiran seseorang. Jika kita berkata hal-hal yang buruk dan terkesan angkuh maka jangan salahkan orang lain sehingga menilaimu sebagai  orang yang sombong.

Kasus lain, jika kita suka bergosip dan membicarakan keburukan orang lain di depan teman-teman hal ini pula mempengaruhi asumsi orang lain tentang pribadi kita yang suka berkata buruk tehtang orang lain. Sehingga membuat kita sulit untuk mendapat teman yang baik, orang baikpun akan berpikir untuk berteman dengan kita jika hanya menambah dosa dan terzalimi.

Perkataan yang keluar dari mulut kita bisa membahayakan diri sendiri, jika kita menyampaikan tentang keadaan seseorang tetapi tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi maka disebut fitnah.

Penyebaran gosip itu lebih cepat daripada api, nah kesalahan tersebut membuat kita bersalah kepada orang yang difitnah. Maka yang kita lakukan adalah meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Sejatinya orang meminta maaf adalah orang yang mulia. Seseorang yang terbiasa berbicara negatif, mulutnya lebih lantang dalam membicarakan keburukan orang merupakan cerminan akhlak yang buruk. Maka dari itu penting sekali menjaga lisan agar selalu dipantau untuk berbicara yang baik-baik.

Hati bersih akan tercermin pada lisan

Seorang muslim bukanlah dia yang suka mengumpat, mencaci maki, mengutuk, berkata keji dan kotor. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya seorang hamba itu berbicara dengan suatu perkataan yang tidak ia pikirkan (baik atau buruknya), maka dengan sebab perkataanya itu ia dapat tergelincir ke neraka yang jaraknya lebih jauh daripada antara sudut timur dan sudut barat.”

(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Banyak kita saksikan saat ini seseorang lebih santai dalam berkata kotor dan tidak baik bahlan dianggap bahan candaan. Seluruh nama dalam kebun binatangpun digunakan dengan tidak memiliki rasa canggungpun dalam mengucapkan perkataan yang keji.

Hal ini merupakan cerminan akhlak seseorang tidak terpuji. Maka dari itu perlu sekali kita merenungi apa yang menjadi kebiasaan kita dalam berucapa, jika tersebut kurang baik dan tidak tercela sebaiknya hindari dan mulailah dengan berbicara sedikit sehingga bisa meminimalisir perkataan kotor.

Jika hati kita bersih, tentulah akan tercermin pada lisan kita untuk berbicara yang baik-baik saja. Rasulullah SAW selalu mengajarkan kepada kita untuk berkata yang baik karena melalui ucapan kita seseorang juga bisa menilai bahwa kita memiliki karakter yang baik. Meski demikian, tidak semua yang diucapkan dengan baik oleh seseorang sesuai hatinya.

Hal ini juga tidaklah baik jika antara hati dan ucapan tidak selaras. Maka dari itu, Islam juga mengajarkan bukan hanya baik berucap tetap jujur. Semoga kita tergolong orang yang selalu menjaga lisan dan memperbanyak istighfar ketika melakukan kesalahan dalam berucap.