Pertolongan Allah SWT itu pasti

Kehidupan Komiruddin 07-Sep-2020
dreamstime_s_51536017
Pantai Laut Merah di wilayah Dahab, Mesir © Emad Omar | Dreamstime.com

Ketika Musa a.s diperintahkan lari bersama Bani Israil menuju laut merah, beliau taat dan belum terbayang skenario Allah SWT selanjutnya. Hingga ketika mereka sudah berada di bibir pantai dan dari kejauhantelah terlihat Firaun dan bala tentaranya mendekat, beliau tetap yakin Allah pasti akan membukakan baginya jalan keluar.

“Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa a.s: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”. Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”

Allahpun memerintahkan Musa a.s untuk memukulkan tongkatnya ke laut. Dan lautpun terbelah membuat beberapa jalan. “Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.” (Al-Quran, surah al-Shu’ara 26, ayat 63)

Musa a.s dan seluruh bani Israilpun segera melintasi laut yang sudah kering airnya hingga sampai di seberang dengan selamat.

Tak lama kemudian Firaun dan bala tentaranya menyusul dan melewati jalan yang tadi dilewati Nabi Musa a.s. Tapi malang, ketika mereka berada di tengah, air laut kembali menyatu dan tenggelamlah Firaun dan bala tentaranya membawa kesombongan dan kesewenang wenangan.

Tak ada yang sulit bagi Allah SWT jika ia sudah berkehendak. Tak pernah terbayang di benak Nabi Musa a.s dan kaumnya, begitu mudahnya Allah menumbangkan Firaun dan bala tentaranya yang sebelumnya merupakan kekuatan yang sulit dikalahkan, minimal dalam pandangan bani Israil.

Yang ada hanya satu keyakinan Allah SWT pasti memberikan jalan keluar dan tak kan membiarkan mereka dimangsa Firaun. Dan keyakinan itu terbukti. Itulah cuplikan kisah panjang nabi Musa a.s dalam menyelamatkan bani Israil dari kejaran Firaun dan bala tentaranya.

Yakinlah, selalu ada jalan keluar jika kita terus bekerja untuk agama Allah SWT dan mengikuti petunjuk-Nya. Jangan pernah terpukau dengan suatu kekuatan dunia yang seolah tak terkalahkan. “Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.” (Surah al-i Imran, ayat 196)

Itu perkara kecil. “Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” (Surah al-i Imran, ayat 197)

“Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya bagi mereka Surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.” (Surah al-i Imran, ayat 198)

Pada akhirnya kemenangan dunia dan Akhirat hanyalah milik mereka yang bertakwa.