Pesona keimanan dan kebaikan seseorang

dreamstime_s_45367418
Pesona keimanan dan kebaikan seseorang © - Dreamstime.com

Seseorang yang telah mengikrarkan syahadat dengan lisan dan meyakininya dengan hati dan membuktikannya dengan seluruh gerak serta langkah organ tubuhnya. Maka ia senantiasa mempesona dalam seluruh dimensi kehidupannya.

Baik yang berkaitan dengan Aqidah, Ibadah, akhlak, Sosila Budaya, Ekonomi, Politik dan dimensi yang lainnya.

Istikamah, kukuh serta sabar sepanjang jalan keimanan

Ia akan memahami tentang apa yang harus ia lakukan untuk menerjemahkan keyakinannya ke dalam amalan-amalan fisik. Ia akan mengambil sikap istikamah setelah mengucapkan “Rabbunallah” (Tuhan kami Allah) dan ia senantiasa kukuh serta sabar dalam menghadapi ujian-ujian sepanjang jalan keimanan.

Oleh karenanya Allah SWT berfirman:

“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.”

(Surah al-i Imran, 3:146)

Sayyid Qutub mengomentari ayat ini dalam Kitabnya ‘Dzilaal Al-Quran’:

“….Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama jama’at yang besar (dari pengikutnya), yang mana jiwa-jiwa mereka tidak pernah lemah karena bencana, kepayahan, kesulitan dan luka yang menimpanya. Kekuatan mereka tidak pernah pudar untuk terus berjuang dan mereka tidak pernah lesu serta menyerah kepada musuh-musuhnya…inilah tabiat seorang mukmin yang mempertahankan aqidah dan agamanya.

(Fii Dzilaal Al-Quran, Sayyid Qutub, jilid I, hal 482, Daar al-ilm, Jeddah)

Pesona keimanan dan kebaikan seseorang

Jalan keimanan adalah jalan yang selalu ditaburi onak dan duri ujian. Jalan terjal yang memerlukan kekuatan kesadaran dan pemahaman akan tabiat yang telah digariskan Allah SWT dalam jalan ini.

Inilah jalan manusia besar dan manusia sejarah di saat melukiskan tinta emas kebenaran dam kebaikan dalam seluruh ruang kehidupannya. Dan jalan ‘Ribiyyuun’, (disebut dalam surah al-i Imran, ayat 146) adalah hamba-hamba Allah SWT yang telah berjuang dengan seluruh potensi yang dimilikinya dan yang tidak pernah lemah semangat dalam menghadapi godaan dan ujian keimanan.

Manusia muslim yang seperti ini, akan selalu mempesona dengan energi keimanan yang ada dalam jiwanya. Mempesona dengan ruhiah imaniahnya dalam setiap melakukan ibadah, baik yang mahdhah ataupun yang tidak.

Mempesona dengan nilai-nilai akhlak yang dimilikinya dalam cara bergaul, berkata, berkomunikasi, bermasyarakat dan berbangsa serta bernegara. Pesonanya selalu ada disaat bersama Allah SWT dan di saat bersama manusia.

Semoga kita termasuk dari bagian orang-orang muslim yang selalu mempesona dengan nilai-nilai keimanan dan kebaikan.