Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Pilihan yang membahagiakan!

Masyarakat 15 Feb 2021
Opini
Pilihan yang membahagiakan!
Pilihan yang membahagiakan! © Eptian Savero Fitrahnsa | Dreamstime.com

Jangan ceritakan nikmat mulia kepada siapa pun walaupun kepada saudara seayah lagi serumah. Karena ruang dengki takkan pernah penuh,hati yang bersih berpotensi tercemar kotor.

“Ia (ayahnya) berkata, “Wahai anaku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan) mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia.”

(Quran surah Yusuf, 12:5)

Pilihan yang membahagiakan

Tatkala malam Nabi Yusuf a.s bermimpi indah, siang tergerak menceritakan kepada sang ayah, Nabi Ya’qub‘alaihis-salam. Mimpi malam membawa pertanda kemuliaan dalam garis keturunan keluarga Nabi Ya’qub. Namun, bimbang menggelayut di hati tak kunjung reda.

Takut buruk menimpa anak tercinta, menggerakkan lisan Nabi Ya’qub a.s mewaspadai: tak ingin kabar tersebar tersiar. Takut beralasan adalah kebenaran. Tiada jaminan menolak kebimbangan lagi ketakutan Nabi Ya’qub.

Niat buruk di hati siapa yang menebak tahu, sepuluh bersaudara seayah lagi serumah telah lama memendam dengki pada Nabi Yusuf a.s. Tipu daya berwujud makar jahat tersusun terencana sudah. Menunggu saat tepat dilancarkan. Ketakutan Nabi Ya’qub a.s sangat masuk akal. Karena setan membisikkan hasad jahat dihati anak-anaknya, sepuluh saudara Yusuf a.s.

Pilihan karunia telah dijatuhkan kepada Nabi Yusuf a.s. Karunia agung sebagaimana telah Allah SWT sampaikan kepada para Nabi dan Rasul terdahulu. Yusuf akan melalui jalan dakwah yang sulit penuh onak lagi cabaran.

Sebagaimana perjalanan Nabi Nuh a.s, Nabi Ibrahim a.s, Nabi Ismail a.s, Nabi Ishaq a.s, Nabi Ya’qub a.s, Nabi Ayyub a.s, Nabi Yunus a.s, Nabi Harun a.s, Nabi Sulaiman a.s, dan Nabi Isa a.s.

“Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya: Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Dawud.”

(Quran surah an-Nisa’, 4:163)

Ketakutan Nabi Ya’qub a.s berangsur-angsur hilang. Kegundahan hati berganti bahagia karena karunia Ilahi diberikan kepada salah satu keturunannya. Kecemasan hati akan siasat jahat sepuluh anaknya – yang dipacu hembusan dingin setan durjana – berangsur sirna disebabkan adanya jaminan melekat karena pilihan kenabian.

Bahagialah dengan pilihan Allah Taala

a, Nabi Yusuf a.s telah dipilih oleh Allah Taala melanjutkan usaha dakwah para Nabi dan Rasul.

“Dan demikianlah, Tuhan memilih engkau (untuk menjadi nabi) dan mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi dan menyempurnakan (nikmat-Nya) kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kedua orang kakekmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sungguh, Tuhanmu Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”

(Quran surah Yusuf, 12:6)

Jaminan perlindungan melekat tiada keraguan terhadap Nabi Yusuf a.s. Sebab, ada pilihan mulia sebagai penerus risalah nubuwah. Bukan pilihan dari makhluk, melainkan pilihan dari yang Maha Adil.

Bukan perlindungan dari makhluk, melainkan perlindungan dari yang Maha Kuasa. Juga bukan pemberian dari makhluk, melainkan karunia dari yang Maha Memberi lagi Memiliki. Dan bukan jaminan dari makhluk, melainkan jaminan dari yang Maha Menjamin.

Sangkaan kita bisa berbeda dengan kenyataan kemudian. Karena kepastian kenyataan bukanlah milik manusia. Kita manusia yang berencana, yakinkanlah diri kita bahwa Allah yang Mahakuasa miliki kepastian dari kenyataan.

Jangan terlalu berharap kepada makhluk sebab kecewa pasti perih mendera. Bahagialah dengan pilihan Allah SWT, karena Allah memiliki segalanya. Karena itu, benar yang dikatakan K.H. Mustafa Bisri:

“Sering kali pilihan Tuhan untuk kita tidak seperti yang kita inginkan. Baru belakangan kita ketahui bahwa pilihan-Nya yang terbaik.”

Sekarang, sudah bahagiakah anda dengan pilihan yang dipilihkan oleh Allah Taala?