Polemik telat menikah – pernikahan merupakan ibadah

Marriage musulman à la maison
Polemik telat menikah - pernikahan merupakan ibadah © Евгений Вершинин | Dreamstime.com

‘Polemik telat menikah – pernikahan merupakan ibadah’ – apakah maksud telat menikah? Telat menikah adalah label yang diberikan kepada pemuda yang sudah berumur lebih dari 30 tahun tetapi masih membujang. Istilah ini juga memang masih kental di Indonesia terkhusus bagi masyarakat awam di desa.

Tidak hanya itu, desakan untuk menikahpun akan berdatangan dari berbagai pihak seperti keluarga terdekat, lingkungan rumah, lingkungan kerja bahkan orang-orang terdekat.

Pernikahan dalam Islam merupakan ibadah

Pernikahan dalam Islam merupakan ibadah, dengan hukum yang bervariasi dari mubah, sunnah, wajib, makruh dan haram. Keyakinan agama untuk menikah kadang kala dikalahkan dengan pertimbangan-pertimbangan ekonomi berupa efektifitas dan efesiensi.

Perintah untuk menikah pula terdapat dalam firman Allah SWT bahwa manusia berpasang-pasangan.

“Dan nikahlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.”

(Surah an-Nur : 32)

Demikian pula ditambahkan oleh hadis Rasulullah SAW bahwa menikah sangat penting bagi umat Islam, “Menikah adalah sunahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku berarti bukan dari golonganku. Hendaklah kalian menikah, sungguh dengan jumlah kalian aku akan berbanyak-banyakan umat. Siapa memiliki kemampuan harta hendaklah menikah, dan siapa yang tidak hendaknya berpuasa, karena puasa itu merupakan tameng.”

Ditinjau dari hadis tersebut bahwa menikah suatu keharusan bagi umat Rasulullah SAW, namun ada pengecualian jika belum disegerakan maka memperbanyak puasa. Perihal jodoh dan maut adalah rahasia Allah yang tidak bisa kita prediksi. Maka ketika kita memasuki usia yang matang untuk menikah tetapi belum sampai pada jodohnya tentu yang harus kita lakukan adalah sabar.

Pernikahan yang sakinah mawadah warahmah

Setiap orang menginginkan pernikahan yang sakinah mawadah warahmah segera terwujud. Namun, jika Allah SWT menghendaki untuk menjadikan kita bersabar maka kita harus menerima. Sabar menjadi cara utama mengatasi keterlambatan kita dalam menikah.

Sabar bukan berarti berhenti untuk berikhtiar tetapi memantaskan diri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi agar Allah SWT pertemukan dengan pasangan yang baik pula. Selain itu, kita bisa menyibukkan diri kita untuk hal-hal yang bermanfaat bagi banyak orang lain terpenting bagi agama.

Berzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berkumpul dengan orang-orang saleh karena kita tidak tahu Allah memiliki rahasia melalui wasilah orang shaleh untuk mempertemukan kita dengan pasangan.

Polemik terlambat menikah juga sering menjadi penyebab seseorang minder terlebih lagi pada perempuan. Namun, terlepas dari perasaan yang khawatir terhadap umur maka tetaplah bersabar dalam menanti jodohmu.

Bertakwalah kepada Allah SWT maka dengan kita menjalankan perintah Allah. Niscaya Allah akan memberikan rezeki yang tak disangka-sangka termasuk rezeki jodoh.