Potret pemimpin khalifah Umar bin Khattab r.a

Kepercayaan Kkartika Sustry 01-Sep-2020
dreamstime_s_71896179
Potret pemimpin khalifah Umar bin Khattab r.a © Leo Lintang | Dreamstime.com

Khalifah kedua setelah Abu Bakar ash-Shidiq r.a, siapa yang tidak kenal dengan nama ini, Khalifah Umar bin Khattab r.a. Dialah yang meneruskan perjuangan Rasulullah SAW setelah Khalifah pertama Abu Bakar ash-Shidiq wafat. Khalifah Umar bin Khattab memiliki cara pandang yang unik dari berbagai aspek kehidupan bahkan cara memimpin yang dilakukannya.

Beliau tidak hanya dikenal karena kemampuan dalam memperluas wilayah dan manajemen pemerintahan yang sistematis tetapi juga dikenal dari wawasan keilmuan yang luas sehingga memberikan kontribusi balam bidang keilmuan hukum Islam.

Sepuluh tahun Khalifah Umar bin Khattab r.a menjadi pemimpin umat (634 – 644 Masehi) dengan pribadi yang berani, gagah, adil dan tegas. Bahkan semasa Rasulullah SAW hidup ia mendapat julukan Al-Faruq yang artinya ‘Orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebathilan’.

Pada saat pandemi sekarang ini, kita bisa lihat bagaimana cara Khalifah Umar bin Khattab r.a dalam menangani masalah wabah yang sedang melanda umatnya. Kitab as-Shahihain menceritakan bahwa suatu hari Umar bin Khattab mengunjungi negeri Syam, kemudian dia bertemu dengan Abu Ubaidah beserta sahabat sahabatnya.

Akhirnya, mereka melaporkan bahwa di negeri Syam sedang mewabah penyakit seperti kolera sehingga menjadi perdebatan yang hangat. Namun, Khalifah Umar bin Khattab r.a tidak langsung mengambil keputusan dalam mengatasi wabah tersebut. Khalifah Umar bin Khattab menjadi orang yang lapang dada selalu bermusyawarah dan mendengarkan pendapat para sahabatnya dalam mengambil keputusan.

Hingga berseru “Panggillah para Muhajirin pertama”, kemudian dijawab oleh Ibnu Abbas r.a “Saya sudah memanggil mereka dan bahkan sudah berkonsultasi dengan mereka tentang pencemaran dan wabah yang sedang terjadi di negeri ini. Ujung-ujungnya mereka berbeda pendapat dan pandangan,” singkat Umar. Lalu seorang sahabat menimpali “Engkau keluar dari masalah ini, kami tidak tahu apakah engkau akan kembali mempedulikannya.”

“Ada sahabat yang lain, bahkan ada para sahabat Rasulullah SAW juga. Kami sendiri tidak melihat mereka akan mendatangi wabah ini”, kata sahabat yang lain. ” Cukup jangan berdebat lagi, kalau begitu panggil kaum Anshor” kata Khalifah Umar r.a.

Akhirnya mereka mendapati kaum Anshor yang berselisih pendapat seperti kaum Muhajirin. Sehingga Khalifah masih mengajak musyawarah dengan pembesar lain ” sudahlah akhiri perdebatan ini, kalau begitu hadirkan para pembesar Quraisy yang hijrah di masa pembebasan Mekkah”.

Kata Khalifah Umar r.a, ternyata setelah mendengar pendapat mereka hanya ada dua orang yang berbeda pandangan. Mulai dari sini muncullah titik terang. “Menurut kami, engkau harus mengevakuasi orang-orang itu dan jangan biarkan mereka mendatangi wabah ini”, tutur salah seorang pembesar Quraisy. Lalu Umar bin Khattab mengizinkan mereka.

“Wahai Amirul Mukminin, apakah ini lari dari takdir Allah?” tanya Abu Ubaidah. Kemudian Umar bin Khattab r.a menjawab, “Mestinya orang selain engkau yang mengatakan demikian, wahai Abu Ubaidah. Benar ini lari dari takdir Allah SWT ke takdir yang lain.

Tidakkah engkau melihat, seandainya saja engkau melihat dua unta lewat di suatu lembah dan menemukan dua tempat untamu, yang pertama subur dan yang kedua gersang, bukankah ketika engkau memelihara unta mu di tempat yang subur berarti itu adalah takdir Allah. Demikian pula jika engkau memelihara di tempat yang gersang, apakah takdir Allah juga? Tanya Umar r.a.

Melihat dari kisah tersebut, Khalifah Umar bin Khattab r.a selalu mengambil keputusan dengan jalan musyawarah untuk kepentingan banyak orang. Hal ini menjadi potret pemimpin yang tidak gegabah dalam mengambil keputusan, beliau mengajak orang-orang yang ahli dalam bidangnya untuk menyelesaikan masalah.

Masih banyak lagi riwayat yang lain tentang kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab r.a yang bisa kita teladani. Semoga kita bisa menjadi pemimpin yang memiliki sifat mementingkan urusan umat dan keselamatan banyak orang.