Pulanglah! Jangan buat orang tua rindu

Keluarga 20 Mar 2021 Merry Lestari
Merry Lestari
Pulanglah! Jangan buat orang tua rindu
Pulanglah! Jangan buat orang tua rindu © Odua | Dreamstime.com

Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, seseorang akan mengalami fase yang membuat dirinya harus tinggal jauh dari keluarga terutama orang tua. Baik karena alasan pekerjaan ataupun sekolah menjadi faktor paling umum yang menyebabkan seseorang harus terpisah jarak dari keluarganya.

Fase tersebut tak dapat dihindari. Karena pergi meninggalkan rumah dan segala kenyamanannya merupakan salah satu cara untuk mengembangkan diri, melatih kedewasaan serta dalam upaya  mewujudkan cita-cita.

Apalagi cita-cita tersebut menuntut kita untuk tinggal di negeri orang. Maka tentulah dengan sangat terpaksa kita harus berpisah jauh dari keluarga. Meskipun demikian, jangan sampai jarak yang ada tersebut menjauhkan kita dari orang-orang yang telah memberikan segalanya demi kesuksesan kita.

Pulanglah! Jangan buat orang tua rindu

Berbakti kepada orang tua atau dalam istilah syariatnya disebut Birrul Walidain secara bahasa artinya ‘kebaikan dan keutamaan’. Secara umum dapat dikatakan bahwa berbakti kepada orang tua adalah apa saja yang termasuk perbuatan baik kepada orang tua, serta memasukkan kebahagiaan ke dalam hati keduanya.

Maka itu adalah bentuk bakti kepada kedua orangtua. Sebaliknya, apa saja bentuk perbuatan yang menyusahkan atau membuat sedih orang tua termasuk ke dalam suatu tindakan yang tidak berbakti kepada keduanya.

Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis yang berbunyi:

“Dari Abdulah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma berkata ; Telah datang seorang lelaki kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk membaiat Baginda dalam hijrah sementara ia meninggalkan kedua orang tuanya dalam keadaan menangis. Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Kembalilah engkau kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.”

(Hadis riwayat Bukhari, 8 dalam Adabul Mufrad; dishahihkan oleh Imam Al-Albani dalam Silsilah Ahadits Ash-Shahihah, 2898)

Setiap orang pasti harus berada jauh dari orang tua

Setiap orang pasti akan mengalami sebuah fase ketika ia harus berada jauh dari orang tua dan keluarganya. Pada saat itu, hubungan antara orang tua dan anak yang terpisah jarak tersebut sedang diuji. Bagaimana bakti sang anak ketika berada jauh dari orang tuanya.

Terkadang karena beberapa kesibukan yang ada, kita menjadi lupa hanya untuk sekedar memberi kabar kepada orang tua. Tanpa kita sadari mungkin hal tersebut telah menyakiti orang tua kita. Karena telah membuatnya menunggu kabar dari kita sebagai anak.

Ketika anaknya berada di perantauan orang tua akan sangat memikirkan keadaan anaknya tersebut. Karena itulah kabar dan kepulangan sang anak sangat dinantikan keduanya.

Sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, jangan pernah kita membuat perhitungan untung dan rugi ketika kita berusaha menyenangkan hati orang tua. Sebagai contoh, untuk sekedar menanyakan keadaan mereka ataupun pulang ke rumah untuk mengunjungi mereka.

Karena jika orang tua bahagia karena bakti anaknya kepadanya, ia akan berdoa dengan doa yang mustajab untuk kebaikan anaknya di dunia dan akhirat. Dan doa tersebut akan cepat diijabah oleh Allah SWT, sebagaimana yang telah sering kita dengar bahawa:

“Ridanya orang tua adalah rida Allah SWT.”