Ramadan bulan kebaikan, bulan keberkahan

Puasa Tholhah Nuhin
Terbaru oleh Tholhah Nuhin
Ramadan bulan kebaikan, bulan keberkahan
Ramadan bulan kebaikan, bulan keberkahan © Anatoly Fedotov | Dreamstime.com

Cepat atau lambat setiap manusia akan meninggalkan dunia yang fana. Senang atau tidak senang, umur kita terbatas sesuai dengan apa yang telah digariskan Allah SWT dalam Qadha dan Qadar-Nya. Allah SWT berfirman:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian, kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.”

(Quran surah al-Ankabut, 29:57)

Setelah memperhatikan sunnatullah dalam usia kehidupan manusia, sudah sepatutnya kita harus mengoptimalkan sisa-sisa usia untuk membangun kesalehan dan amal kebaikan semaksimal mungkin.

Allah SWT menciptakan kita sebagai manusia untuk beribadah kepadanya. Ibadah merupakan visi dan misi kehidupan. Suksesnya makna ‘ibadah’ dalam lembaran kehidupan manusia, ketika ia mampu mengokohkannya bangunan amal saleh.

Ramadan bulan keberkahan

Keberkahan adalah tumbuh kembang dan tambahnya kebaikan. Keberkahan bisa berkaitan dengan waktu, tempat, bangunan dan kehidupan manusia. Sebagaimana yang diceritakan ayat-ayat berikut ini: Quran surah 44:3 (waktu yang diberkahi), 23:29 (tempat yang diberkahi), 3:96 (bangunan yang diberkahi) dan 19:31 (manusia yang diberkahi).

Dan bulan Ramadan termasuk bulan yang diberkahi, bulan yang penuh dengan kebaikan dan rahmat. Rasulullah SAW bersabda:

“Ramadan telah datang kepada kalian, ia adalah bulan berkah, Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan kepada kalian berpuasa…”

(Hadis riwayat Nasaai)

Bulan kebaikan ini jangan sampai berlalu tanpa satuan kebaikan yang kita lukiskan dalam lembar kehidupan kita. Setiap tahun bulan keberkahan ini selalu datang kepada kita. Sudah berkali-kali menjadi tamu di ruang kepribadian kita.

Dan setiap kita selalu berbeda dalam cara menyambutnya. Ada yang biasa saja dalam menyambut dan menghormati bulan keberkahan ini, dan ada pula yang sangat hangat dan sempurna dalam menyiapkan penyambutannya. Bahkan jauh-jauh hari sudah direncakan semua strategi dan program kegiatan yang akan dilakukan untuk menggapai target dalam bulan kebaikan ini.

Bagaimaan dengan kita? Sangat penting bagi kita di tahun 1442 Hijriah ini, melakukan evaluasi dan optimalisasi kembali untuk memanfaatkan datangnya bulan Ramadan sebagai ladang dan lahan kebaikan kita.

Ladang kebaikan kita

Batas umur manusia tidak yang mengetahuinya, kapan ia harus kembali dan menghadap Allah SWT. Akan tetapi umur ini sudah ada sebuah kepastian dalam bingkai ilmu Allah.

Kita tidak ada yang tahu apakah tahun berikutnya bertemu lagi dengan bulan keberkahan dan kebaikan ini? Oleh karenanya, setiap kita perlu mengoptimalkan bulan Ramadan pada tahun ini sebagai ladang kebaikan, sebagai lahan amal shaleh dan gudang amal-amal unggulan.

Agar lebih semangat dalam melakukan ‘Tazawwud’ (bekalan) dalam bulan Ramadan ini, maka perlu ada pemahanan awal tentang semua yang berkaitan dengan Ramadan.

Dengan pemahaman yang baik tentang Ramadan, maka bangunan kesadaran, semangat dan gelora dalam mencari bekalan dan amalan unggulan akan senantiasa membara. Dan kesadaran untuk menjauhi larangan dan kemaksiatan semakin baik.

Sekali lagi bahwa membangun ‘Fahm’ (pemahaman) yang baik sebelum datangnya bulan ini sangat urgent sebagai salah satu langkah strategis untuk meraih target-target yang telah direncanakan.

Fiqh ‘Shiyam’ dan isti’ab (penguasaan) yang baik tentang apa-apa yang berkaitan dengan ibadah ini harus dimiliki oleh setiap muslim yang berharap untuk melakukan perubahan dan perbaikan dalam lembaran kehidupan.