Ramadan: Paket mulia dari Yang Maha Mulia

Filsafat 25 Apr 2021 Roni Haldi Alimi
Roni Haldi Alimi
Ramadan: Paket mulia dari Yang Maha Mulia
Ramadan: Paket mulia dari Yang Maha Mulia © Oleksii Yaremenko | Dreamstime.com

Dalam keseharian kita mendapati berbagai macam jenis paket bonus atau promo. Mulai dari paket bonus telpon sepuas-puasnya ditambah paket data yang dikenal dengan paket combo oleh Telkomsel. Sampai paket promo dari setiap produk baru yang dipasarkan.

Itulah sekelumit contoh demi meraih paket bonus, promo atau apapunlah namanya. Intinya, sedikit cash yang dikeluarkan harus lebih banyak melimpah paket yang didapatkan.

Salahkah kita berharap paket bonus atau promo? Lumrah adalah jawabannya, kodrat manusia sering berharap lebih dan banyak. Sudah ada ingin lebih lagi, sudah punya ingin tambah lagi. Sedikit sering diungkit-ungkit mengeluh tak cukup, tatkala banyak lebih sering menutup diri kikir tak kira diri lebih.

Kemuliaan di bulan Ramadan

Berharap sesuatu yang lebih baik dan banyak tentu harus, apatah lagi dalam hal kemuliaan dari yang Maha Mulia. Allah SWT sangat mengerti karakter setiap hamba-Nya, ingin lebih banyak lagi mulia.

Bulan Ramadan adalah bulan mulia dipersembahkan untuk yang akan dimuliakan oleh yang Maha Mulia. Ramadan adalah masa yang sangat tepat meraih paket kemuliaan. Bulan Ramadan ini telah Allah Taala jadikan berbeda dengan bulan selainnya.

Paket kemuliaan pertama

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan paket kemuliaan pertama yang disediakan Allah SWT terhadap orang yang berpuasa: Terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadan seperti puasa dan salat malam.

Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya.

Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu. Begitulah Qadhi ‘Iyadh menjelaskan dalam kitabnya Al Minhaj Syarh Shahih Muslim jilid 7, halaman 188.

Paket kemuliaan kedua

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis riwayat Al-Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah dan Al-Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid, jilid 10, memaparkan paket kemuliaan kedua keutamaan Ramadan bagi para shaaimin.

”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan.”

Paket kemuliaan ketiga

Paket kemuliaan ketiga yang Allah SWT sediakan dalam Ramadan adalah memperoleh dua kebahagiaan tiada bandingnya; bahagia disaat berbuka dan berjumpa dengan Rabbnya.

“Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kebahagiaan, berbahagia pada saat dia berbuka, berbahagia dengan puasanya itu dan pada saat ia berjumpa Rabb-nya.”

(Hadis riwayat Muslim)

Paket kemuliaan keempat

Paket kemuliaan keempat yang Allah Taala siapkan paketnya untuk orang yang berpuasa, disediakan sebuah pintu diberi nama Ar-Rayyan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam Shahih al-Bukhari:

“Sungguh Allah Maha Mulia dan memuliakan kita hamba-Nya. Kehadiran Ramadan itu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dengan Ramadan yang dipenuhi berbagai macam paket bonus kemuliaan untuk orang yang berpuasa. Menyaingi para salihin dirasa dan terasa sulit, namun mengungguli diri dari para pendosa tentu sangat tidak mustahil. Janji paket kemuliaan telah Allah Ta’ala berikan. Janji dari siapa lagi yang kita tunggu? Kalau bukan janji dari yang Maha Menepati. Raihlah sebanyak-banyaknya paket kemuliaan Ramadan yang belum tentu kita sampai ke ujungnya. Bangunlah jiwa, bangunlah raga raih paket kemuliaan dari yang Maha Mulia di bulan yang mulia.”