Rasa takut dalam Islam yang bagaimana? Hanya kepada Allah Taala

Islam untuk Pemula 15 Feb 2021 Tholhah Nuhin
Pilihan oleh Tholhah Nuhin
Rasa takut dalam Islam yang bagaimana? Hanya kepada Allah Taala
Rasa takut dalam Islam yang bagaimana? Hanya kepada Allah Taala © Zulkifli Mustafa | Dreamstime.com

Takut dan harap adalah ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Keduanya juga adalah fitrah manusia, yang senantiasa ada dalam diri setiap individu.

Sisi yang pertama tidak akan berarti tanpa adanya sisi yang ke-duanya, demikian pula sebaliknya keduanya saling berhubungan erat.

Rasa takut dalam Islam

Islam menyeru kepada manusia agar senantiasa takut hanya kepada Allah Taala semata, dan bukan kepada yang lainnya. Coba perhatikan ayat Allah ini:

“Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras untuk mengusir Rasul dan mereka yang pertama kali mamulai memerangi kamu Mengapa kamu takut kepada mereka, padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang-orang beriman.”

(Quran surah at-Taubah, 9:13)

Ayat tersebut menggambarkan betapa rasa takut pada Allah SWT  itu mutlak harus ada pada diri orang-orang yang mengatakan dirinya telah beriman kepada-Nya. Sebab manusia yang paling takut kepada Allah adalah manusia yang paling tahu tentang dirinya dan Tuhannya.

Itulah sebabnya Rasulullah SAW bersabda:

“Demi Allah! Aku adalah orang yang paling tahu tentang Allah di antara kamu, dan paling takut pula kepada-Nya.”

(Hadis riwayat Bukhari)

Seorang mukmin sejati, seharusnya memiliki ruh keberanian untuk mengatakan yang benar adalah benar, dan mengerjakannya. Demikian pula sebaliknya mengatakan kebatilan adalah batil lalu meninggalkannya, tanpa rasa takut kepada satu makhlukpun di dunia.

Tidak terbayangkan seandainya ada seorang mukmin yang tidak punya rasa takut kepada Allah SWT, betapa pun lemah imannya. Semakin tebal keimanan seseorang yang berbanding lurus dengan makrifatnya kepada Allah, semakin besar pula rasa khauf (rasa takut hanya kepada Allah) yang ada pada dirinya kepada Allah.

Takut Kepada Allah Taala

Rasulullah SAW menggambarkan ganjaran yang dijanjikan Allah Taala kepada hamba-Nya yang senantiasa menangis karena takut kepada-Nya.

“Seorang hamba yang menangis berderai air mata lantaran takut kepada Allah ta’ala, tidaklah akan masuk neraka sehingga air susu bisa kembali ke sumbernya.”

(Hadis riwayat Tirmidzi)

Dalam hadis yang lain Rasulullah SAW bersabda:

 “Dua mata yang tidak akan tersentuh oleh api neraka, yaitu mata yang senatiasa menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang tidak tidur (di malam hari) karena berjaga-jaga di jalan Allah.”

(Hadis riwayat Muslim)

Takut kepada Allah Taala tidaklah berarti kita harus mengeluarkan air mata sederas-derasnya lalu kita usap, lalu menangis, kemudian menghapusnya lagi. Akan tetapi takut kepada Allah adalah meninggalkan suatu perbuatan yang memang sudah dilarang oleh Allah dan kita takut akan azab yang ditimbulkannya.

Abul Qosim al Hakim r.a, berkata: “Barang siapa yang takut kepada sesuatu, ia akan menjauhinya, tetapi barangsiapa yang takut kepada Allah maka ia akan mendekati-Nya”.

Rasa takut kepada Allah Taala, akan senantiasa menjauhkan kita dari hawa nafsu untuk melakukan kejahatan atau kemaksiatan. Kita akan selalu mengingat bahaya hukuman yang akan ditimpakan Allah.

Segala fikiran, tindakan, dan ucapan kita akan terkontrol dengan baik karena adanya khauf ini. Sebagaimana pula segala daya dan upaya kita kerjakan agar selalu merasa dekat kepada Allah SWT.