Rasulullah SAW memperbanyak puasa pada bulan Syakban

Puasa 18 Mar 2021 Umri
Umri
Rasulullah SAW memperbanyak puasa pada bulan Syakban
Rasulullah SAW memperbanyak puasa pada bulan Syakban © Suronin | Dreamstime.com

Bulan Syakban berada persis sebelum bulan ramadan sehingga setiap muslim hendaklah untuk mempersiapkan diri untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Ibadah-ibadah wajib maupun sunah seperti salat wajib dan sunah, membanyak membaca al-Quran, puasa, sedekah, infak dan lain sebagainya.

Selain bulan Syakban akan menjadi bulan pengampunan dosa-dosa, pada bulan Syakban ini juga untuk melatih diri agar dapat memanfaatkan bulan ramadan semaksimal mungkin untuk beribadah.

Nabi Muhammad SAW memperbanyak puasa bulan Syakban

Mencontoh suri teladan Baginda Nabi Muhammad SAW, beliau memperbanyak puasa pada bulan Syakban. Bahkan, jika diurutkan bulan Syakban menjadi bulan kedua terbanyak Rasulullah berpuasa setelah bulan Ramadan. Seperti dinarasikan oleh Aisyah r.a:

“Rasulullah SAW sempat puasa beberapa hari hingga kami berpikir dia akan terus melakukannya. Kemudian, Rasulullah SAW tidak puasa selama beberapa hari dan kami mengira dia tidak akan puasa lagi. Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyelesaikan puasa hingga satu bulan kecuali saat Ramadan, dan aku tidak pernah melihatnya berpuasa sebanyak di bulan Syakban.”

(Hadis riwayat Abu Daud)

Puasa bulan Syakban biasa jadi untuk persiapan menyambut ramadan, puasa mampu menjadikan kesiapan jasmani dan rohani seperti yang dicontohkan nabi Muhammad SAW yang memperbanyak puasa pada bulan Syakban.

Ada banyak puasa yang bisa dilakukan di bulan Syakban ini. Seperti puasa Senin dan Kamis setiap pekan. Kemudian puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 Syakban) atau puasa Daud.

Juga mengganti puasa yang belum terlaksana dan puasa lebih banyak dari itu dari tanggal 1-29 Syakban. Setiap muslim harus memanfaatkan momen bulan banyak keberkahan ini.

Syakban bulan diserahkan catatan amal

Pada satu riwayat Usamah bin Zaid yang merupakan putra angkat Rasulullah SAW pernah terheran-heran dengan amalan yang dilakukan oleh Nabi selama bulan Syakban.

Dan ia pun memberanikan diri untuk bertanya, “Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa di Bulan Syakban.”

Menjawab pertanyaan Usamah bin Zaid, Rasulullah SAW bersabda, “Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rabb semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.”

(Hadis riwayat An-Nasa’i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh al-Albani)

Demikian suri teladan yang bisa dicontohkan oleh Rasulullah SAW pada bulan Syakban, berpuasa lebih banyak dan beribadah lebih banyak.