Revolusi mode Muslimah di Indonesia

Gaya Kkartika Sustry 30-Jul-2020
Sebagian tren busana Muslimah sekarang © Odua | Dreamstime.com

Hijab di Indonesia sudah mulai menjamur sejak dua dekade belakangan ini. Diperkirakan, pada abad ke-17 hijab sudah ada di Indonesia. Hanya saja masih ada kontroversi mengenai penerapan hijab secara menyeluruh. Hal ini karena wilayah Indonesia beragam keyakinan lain.

Bagi masyarakat Muslim, hijab hukumnya wajib sebagaimana terdapat pada surah an-Nur, ayat 21 yang berbunyi: “Katakanlah kepada mereka yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluanya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasanya, kecuali yang biasa nampak pada dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupi kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasanya kecuali kepada suaminya.”

Tren peningkatan gaya Muslimah di Indonesia terlihat pada survei pada tahun 2014 ada 63, 53% dari 626 responden perempuan Muslim yang mengatakan mereka telah berhijab dan hanya 4, 31% mereka yang tidak berhijab. Tentunya dari data tersebut membuktikan bahwa masyarakat di Indonesia sudah menerima masyarakat muslim untuk berhijab.

Mode atau fashion muslimah yang sudah berkembang dari hanya menggunakan penutup kepala hingga sekarang beragam pashmina, hijab sederhana, hijab modis dan hijab konservatif dengan harga terjangkau. Perkembangan hijab di Indonesia yang dimulai sejak abad ke-17 terus mengalami pergeseran secara fashion. Kemudian ditiru cara berhijab tersebut oleh perempuan Jawa pada awak tahun 1900-an setelah berdirinya organisasi perempuan Muslim Aisyiyah yaitu salah satu organisasi Islam terbesar yang sampai saat ini cukup berpengaruh di masyarakat.

Namun, pada masa orde baru pemerintah sempat melarang pemakaian hijab di sekolah-sekolah. Pemerintah saat itu beranggapan hijab akan dijadikan sebagai identitas politis yang akan mengganggu stabilitas pemerintah. Tetapi seiring perkembangan zaman, para perempuan berhijab mulai diterima di masyarakat Indonesia dengan didukung oleh dua organisasi besar Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang juga menyatakan pakaian ideal Muslimah adalah berhijab.

Pada era ini pula, hijab sudah menjamur sekali. Banyak para pembisnis memanfaatkan situasi ini untuk berlomba memasarkan ide kreatifnya untuk menarik hati para Muslimah agar terlihat lebih anggun. Di awal hijab hanya untuk kalangan taat agama, sekarang sudah mulai digunakan untuk sehari-hari bahkan untuk acara-acara formal. Masyarakat awam juga mulai mengenal fashion muslimah lebih sesuai syariat, yang beragam bahkan para publik figur dari kalangan artis maupun pemerintahan juga banyak yang berhijab.

Tidak heran jika fashion Muslimah di Indonesia juga mulai mendunia dengan ditandai para desainer muslimah yang gesit memasarkan produknya. Penulis menyimpulkan bahwa hijab bukan lagi persoalan yang tabuh bagi masyarakat Indonesia. Semakin maju era melenialpun revolusi fashion dan hijab muslimahpun ikut berkembang. Hijab tidak menghalangi kreativitas dan karir seorang muslimah. Bahkan dengan berhijab kalangan perempuan lebih disegani dan terlindungi. Jadikan hijab sebagai identitas utama sebagai muslimah.