Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Rumah sumber ketenangan

Keluarga 27 Jan 2021
Opini oleh Roni Haldi Alimi
Rumah sumber ketenangan
Rumah sumber ketenangan © Odua | Dreamstime.com

Rumah adalah sebuah bangunan yang mepunyai fungsi sebgai tempat tinggal dan berkumpul suatu keluarga. Rumah itu tempat berkumpul berdiamnya seluruh anggota keluarga.

Di rumah berbagai aktivitas direncanakan dilakukan baik sendiri maupun bersama.

Rumah sumber ketenangan

Rumah itu bisa menjadi sumber energi dan  inspirasi kedamaian serta ketenangan. Allah SWT berfirman dalam surat an-Nahl, ayat 80:

“Allah menjadikan untuk kamu rumah-rumah sebagai tempat ketenangan.”

Bagi orang yang beriman, sangat mengerti dan tahu persis tujuan hidup di dunia yang bersifat sementara. Dunia bagi orang beriman adalah tempat persinggahan bukan rumah abadi.

Sehingga termotivasi menjadi rumah di dunia berwujud rumah penuh ketenangan bukan rumah penuh kesusahan. Karena orang beriman memiliki keyakinan bahwa rumah sebagai tempat mengunduh ketenangan. Itulah fungsi sebuah rumah bagi orang yang beriman.

Fungsi rumah dalam Islam

Pertama, Al-Mushalla

Rumah dijadikan oleh orang yang beriman sebagai tempat ibadah  untuk dirinya dan seluruh anggota keluarga. Dari rumah mereka berupaya meraih keridhaan Allah Taala.

Orang beriman akan mengisi rumahnya dengan ibadah wajib dan sunnah.

Kedua, Al-Madrasah

Rumah akan dijadikan tempat proses pendidikan dan edukasi. Di mana seorang ayah dan ibu sebagai guru pertama bagi anak-anaknya sebelum menjadi murid bagi guru-gurunya di sekolah formal.

Kedua orangtua adalah peletak dasar kurikulum pendidikan bagi anak-anaknya. Dan rumah adalah sekolah pertama tempat kurikulum pendidikan diaplikasikan rancang bangunnya oleh kedua orangtuanya.

Ketiga, Al-Junnah

Orang beriman akan memiliki tingkat kewaspadaan dan kekhawatiran terhadap nasib seluruh anggota keluarganya di akhirat kelak. Dan orangtua adalah pihak pertama yang paling bertanggungjawab atas segala hal dalam rumahnya.

Bagi orang beriman sudah tentu menjadikan rumah sebagai junnah atau benteng perlingdungan bagi seluruh anggota keluarganya dari ancaman kerusakan akidah dan penyakit sosial di lingkungannya.

Rumah itu benteng utama untuk menjaga melindungi para penghuninya dari segala pengaruh buruk lingungannya. Berbagai penyakit sosial, penyimpangan moral, kerusakan pergaulan, akan terhambat tak berkembang meluas jika benteng utama dan pertama kuat dan berfungsi dengan baik. Dan sebaliknya sekecil apapun bentuk keburukan yang terjadi ditengan masyarakat, pastilah awalnya bermula dari buruknya pertahanan sebuah rumah.

Keempat, Al-Maskanah

Orang beriman akan menjadikan rumah sebagai tempat pelipur lara dan pelepas duka. Rutinitas dan kebisingan dunia terkadang membawa efek jenuh. Maka rumah menjadi tempat yang tepat lagi terbaik guna menghilangkan kepenatan kejenuhan dan menghadirkan ketenangan.

Rumah sebagai maskanah akan selalu di rindui, bukan di benci. Rumah sebagai tempat mengadu keluh kesah keseharian. Dan rumah itu tempat saling terbuka berbagi cerita baik suka maupun duka.

Rumah itu tempat saling menyampaikan dan mendengarkan. Segala bentuk masalah di luar apa pun bentuk kepelikannya, akan hilang terobati saat diri telah masuk berada di dalam rumah.

Mari kita wujudkan rumah sebagai sumber ketenangan di tengah hiruk pikuk bisingnya kehidupan manusia di dunia. Dan jadikanlah ketenangan rumah di dunia sebagai tangga meraih menuju ketenangan hakiki di rumah nan abadi.