Sa’adi, master mutlak bahasa Persia

Timur Tengah Muhammad Walidin
Pilihan oleh Muhammad Walidin
Sa'adi, master mutlak bahasa Persia
Sa'adi, master mutlak bahasa Persia © Antonella865 | Dreamstime.com

Selain Hafez, kota Syiraz juga memiliki seorang sastrawan lain yang terkenal. Kini ia disemayamkan di kota Syiraz, di tepian sungai besar Rukn Abad. Pemerintah Iran menghadiahkan mausoleum yang indah sesuai dengan dua karya besarnya; Bustan (kebun buah) dan Golestan (kebun bunga).

Betapa tidak? Makamnya sangat menawan karena berada di sebuah taman yang penuh dengan bunga warna-warni di musim semi.

Sa’adi, master mutlak bahasa Persia

Sebuah kolam panjang bersisian dengan pohon cemara berjejer rapi seakan menghantarkan pengunjung ke peristirahatan terakhir sang penyair.  Di dalam taman itu, Sa’adi bersemayam dengan damai di bawah  altar berkubah biru.

Sa’adi Syirazi adalah penyair dan sastrawan besar Persia pada masa pertengahan. Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Muslihuddin bin Abdallah Shirazi. Ia lahir tahun 1210 di Shiraz dan meninggal di tempat yang sama tahun 1291.

Namun semasa hidupnya, ia telah melanglang buana; Baghdad, Mekkah, Suriah, beberapa negara Asia Tengah, Afrika Utara, dan India. Kepergiannya ke berbagai kota di atas sebenarnya seperti kondisi  blessing in disguise.

Serangan bangsa Mongol  ke Persia telah menimbulkan kekacauan luar biasa. Akhirnya ia berkelana untuk menyelamatkan diri. Dalam 20 tahun perjalanannya itu, ia bertemu dengan berbagai tipe orang dan profesi; pedagang, petani, sufi, ulama, dan pencuri.

Ia bergaul dengan mereka, memberikan nasihat, memberikan khutbah, memperbaiki khutbahnya sembari menuntut ilmu. Tak pelak lagi, pengalaman hidup yang terekstrasi dalam dirinya membuat syair yang disusunnya sangat indah walaupun sederhana.

Syairnya selalu mendapat tempat di hati masyarakat, cendikiawan, dan akademisi. Bahkan karya besarnya Golestan menjadi bahan ajar di  kalangan istana India dan Ottoman dahulu kala.

Karya agung Bustan dan Golestan

Seberapa agungkah Bustan dan Golestan itu? Sebagai karya yang pertama, Bustan (Kebun Buah) adalah dunia idealisme Sa’adi. Ia bercerita tentang manusia dan bagaimana manusia hidup seharusnya.

Yang pertama ia ingatkan bahwa manusia harus mengenal dirinya sendiri. Bila tidak? Ia tidak akan pernah mengalami kemajuan. Dunia ideal Sa’adi dituangkan dalam kisah-kisah indah yang melukiskan nilai-nilai luhur kemanusiaan (keadilan, kebenaran, kebebasan, dan kerendahan hati).

Sementara Golestan (Kebun bunga) adalah gambaran dunia yang terjadi dan ditemui Sa’adi selama perjalanan. Di dalamnya, ada gambaran manusia dan dunia dengan seluruh kelemahan dan kelebihan, paradoks dan kontradiksinya.

Semua gambaran manusia tersebut dituangkan dalam kisah-kisah menarik, kata-kata mutiara, nasihat, renungan pribadi yang diselingi dengan puisi-puisi bermuatan humor dan narasi spiritual. Golestan diyakini sebagai prosa terbaik dalam bahasa Persia.

Syair-syair Sa’adi menjadi menarik karena akurasi rahasia kehidupan masyarakat terdapat dalam setiap halaman karyanya. Setiap huruf, kata, dan kalimat yang disusun Sa’adi mengandung muatan moral dan sosial yang tak kan pernah lapuk dan akan terus terasa selalu baru.

Pada awalnya, Sa’adi mempersembahkan kedua karyanya ini kepada Abu Bakar bin Sa’ad (1226-1260 Masehi), pejabat militer bani Saljuk di Syiraz setelah kepulangannya  dari rantau. Namun faktanya, karyanya telah menjadi sajian hikmah kemanusiaan di era modern.

Salah satu puisinya tergantung di gedung PBB dalam karpet Persia yang indah karya seniman Isfahan; Muhammad Seirafian:

“Anak Adam adalah anggota satu badan, mereka satu dalam penciptaan.

 

Jika satu anggota sakit, yang lainpun akan turut merasakan.

 

Engkau yang tidak merasakan penderitaan orang lain, tak sepantasnya disebut manusia.”