Sakinah itu ketenangan iman dalam bahagia cinta

dreamstime_s_69258758
Merajut hijaunya cinta © Aqnus Febriyant | Dreamstime.com

Bahagia itu sederhana saja. Sesederhana hijaunya daun-daun pepohonan dan bunga di Taman Pala, sebuah taman hijau di tengah kota Tapaktuan, ibu kotanya Kabupaten Aceh Selatan. Bahagia biasanya berawal dari hadir terasanya sakinah di dalam dada. Sakinah yang menenangkan buncahan kecemasan hati yang paling dalam. Sakinah yang memupus menghapus keraguan di sanubari terdalam.

Sakinah itu artinya ketenangan yang menguat mengokohkan posisi hati sanubari untuk memompa memproduksi semangat hidup yang meletup-letup bernama iman agar keseimbangan hadir merona kehidupan. Menghadirkan sakinah dalam rumah tangga perlu usaha dan diusahakan. Ketenangan; penyebutan lain dari sakinah terkadang meminta menagih ruang waktu tersedia.

Saling berbagi bertukar cerita, saling mendekat mendengar asa, saling memegang menggenggam rasa, saling melihat menatap penuh arti jauh dari prasangka, saling berbagi melengkapi bukan menggunting dalam lipatan menusuk dari belakang, saling terbuka demi kebaikan menutupi dari perpecahan. Begitulah sekelumit usaha yang mesti diusahakan menggapai ketenangan hidup berpasangan.

Pernikahan adalah wadah sempurna merajut hijaunya cinta. Diikat oleh janji yang diucap bersama di bumi namun didengar, diaminkan di langit. Janji suci dua insan yang berikrar untuk belajar menyempurnakan ad-Diin (agama) yang diyakini dihormati. Janji suci yang diikat dengan ikatan kokoh menggetarkan langit.

Pernikahan itu wasilah meraih sakinah dunia akhirat. Pernikahan yang bagaimana? Pernikahan yang disatupadukan oleh iman berupa ketundukan hanya kepada Allah SWT semata. Pasangan yang selalu menjaga pantang larang-Nya. Selalu berdiri di garis syariat-Nya. Itulah sumber energi cinta untuk peroleh sakinah menuju keluarga bahagia selamanya.

Jangan ajarkan keturunan kalian untuk menjadi kaya raya, tapi ajarkan mereka agar jadi orang bahagia. Karena kelak ketika dewasa, mereka akan paham begitu berharganya sebuah nilai kehidupan ketimbang harta. Kaya bisa diusaha dikumpulkan, namun kaya akan sirna seiiring habis lenyapnya harta.

Berbeda dengan bahagia, selama iman masih kuat menancap di dada, maka ketenangan akan tetap menyirna menyongsong bahagia. Karena bahagia itu ada dalam balutan sakinah dan simpul kuat iman. Tempat bersemayam keduanya adalah hati. Hati yang hidup lagi sehat, tidak sakit.  Rajutlah hijaunya cinta yang menapak sakinah menuju bahagia.