Salat khusyuk – peningkatan kualitas dalam ibadah

Salat 17 Mar 2021 Tholhah Nuhin
Pilihan oleh Tholhah Nuhin
Salat khusyuk - peningkatan kualitas dalam ibadah
Salat khusyuk - peningkatan kualitas dalam ibadah © Sonyasgar | Dreamstime.com

Setiap muslim pasti tahu bahwa salat lima waktu adalah wajib. Tapi kenyataannya masih banyak yang mengaku muslim atau muslimah tapi tidak salat. Bahkan salatnya hanya hari Jumat (salat Jumat), atau hari raya Idul Fithri dan Idul Adha saja.

Ada juga yang salat tapi tidak lengkap. Sehari hanya satu, dua, tiga atau empat waktu saja. Padahal yang diwajibkan adalah lima waktu, tidak boleh kurang.

Salat khusyuk – peningkatan kualitas dalam ibadah

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya amal hamba yang kali pertama dihisab pada hari kiamat adalah salat. Allah berfirman kepada para malaikatnya (padahal Allah lebih tahu), “Periksalah salat hamba-Ku, apakah ia melaksanakan (salat lima waktunya) dengan sempurna atau tidak”. Jika salatnya sempurna, maka sempurnalah amalnya. Jika ada yang kurang, maka Allah berfirman (kepada malaikat-Nya), “Lihatlah, apakah hamba-Ku itu punya (pahala) salat sunnah? Kalau punya, maka sempurnakanlah salat wajibnya yang kurang dengan salat sunnahnya. Setelah itu barulah amal lainnya dihisab.”

(Hadis riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan dishahihkan Syekh al-Albani)

Jika kita simak hadis tersebut, seharusnya bukan saatnya kita membicarakan bagaimana kita bisa melaksanakan salat lima waktu secara lengkap. Tapi konsentrasi kita adalah bagaimana kita bisa melaksanakan salat lima waktu itu dengan khusyuk atau dengan Ihsan (saat salat ia akan melihat Allah SWT atau menyakini bahwa Allah pasti melihatnya).

Dengan demikian, ada peningkatan kualitas dalam ibadah salat kita. Allah SWT berfirman:

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.”

(Quran surah al-Mukminun, ayat 1-2)

Salat tiang agama, pintu iman – amal pertama dihisab

Kenapa kita harus berusaha semaksimal mungkin agar bisa khusyuk dalam melaksanakan salat, baik yang wajib maupun yang sunnah?

Karena salat bagian rukun Islam yang lima. Salat merupakan tiang agama, pembeda antara kita dengan orang kafir. Salat merupakan palang pintu iman agar tidak lekang digerus zaman.

Salat juga merupakan media untuk dzikrullah yang paling efektif. Sehingga salat merupakan amal yang kali pertama dihisab. Allah Taala berfirman:

“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

(Quran surah al-Baqarah, ayat 45)

Berdasarkan ayat tersebut, banyak ulama berpendapat bahwa khusyuk dalam salat itu hukumnya wajib, di antaranya adalah Syekh Ibnu Taimiyah rahimahullah.

Ibnu Taimiyah berkata: “Ayat tersebut mengandung celaan atas orang-orang yang tidak khusyuk dalam salatnya. Celaan tidak akan terjadi kecuali karena yang bersangkutan meninggalkan perkara-perkara penting atau wajib, atau karena status keharaman perbuatan yang dilakukan.”