Samarkand: Kota dengan pabrik kertas pertama di dunia

Asia Asna Marsono
Pilihan oleh Asna Marsono
Samarkand: Kota dengan pabrik kertas pertama di dunia
Samarkand: Kota dengan pabrik kertas pertama di dunia © Sergey Dzyuba | Dreamstime.com

Kebangkitan dan penyebaran Islam di berbagai belahan dunia antara lain menyebabkan maraknya kota-kota yang menakjubkan. Yang telah berdiri sejalan waktu dengan budaya mereka yang sangat beragam.

Beberapa dari kota-kota tersebut telah banyak dibicarakan, seperti Kairo, Baghdad, dan Isfahan. Namun, ada banyak kota lain yang tidak kalah kaya akan sejarah budaya mereka.

Salah satunya, misalnya, adalah Samarkand. Sekarang terletak di Tenggara Uzbekistan, kota ini tentu saja didirikan jauh sebelum kebangkitan Islam. Ada bukti sejarah yang jelas bahwa kota itu ditaklukkan oleh raja Makedonia Alexander III pada tahun 329 sebelum Masehi.

Namun, zaman keemasan Samarkand bersinar selama era Islamnya. Mencapai ketinggiannya pada saat apa yang dikenal sebagai Timurid Renaissance.

Pabrik kertas pertama di dunia berada di Samarkand

Dalam hal sejarah Islam, Samarkand masuk ke dalam peradaban Islam cukup awal. Tepatnya pada tahun 710 Masehi, yaitu hanya dalam waktu delapan dekade setelah meninggalnya Nabi Muhammad SAW.

Penaklukan Kota Samarkand berada di bawah kendali Kekhalifahan Umayyah. Segera Samarkand mulai berkembang sebagai pusat pembelajaran yang utama. Dikatakan bahwa pabrik kertas pertama di dunia didirikan di kota ini pada paruh kedua abad ke-8.

Kota ini berada di bawah kendali Dinasti Qarakhanid Turki pada abad ke-11. Penguasa Qarakhanid yaitu Ibrahim Tamgach Khan (1040-1068 M) mendirikan Bimaristan atau rumah sakit pertama yang disponsori negara dan Madrasah di Samarkand.

Keduanya menjadi pusat pembelajaran yang hebat. Rumah sakit umum Samarkand menjadi salah satu sekolah kedokteran paling awal di sekitarnya.

Pertanian dan irigasi

Selama tiga abad berikutnya Samarkand berkembang menjadi, apa yang digambarkan oleh penjelajah besar abad ke-13 Marco Polo sebagai “kota yang sangat besar dan indah”.

Yang mencolok adalah Samarkand mampu mempertahankan lintasan pembangunan ini di berbagai bidang selama beberapa abad. Satu abad setelah kunjungan Marco Polo, seorang cendekiawan, ahli hukum, dan penjelajah hebat lainnya Ibnu Battuta menggambarkan Samarkand pada tahun 1333 sebagai “salah satu kota terbesar dan terbaik, dan yang paling sempurna dari mereka dalam keindahan”.

Keindahan diberikan ke kota oleh kebun-kebun besarnya, dan kincir air, yang menunjukkan langkah besar yang telah dibuat kota pada awal abad ke-14 di bidang pertanian dan irigasi.

Monumen Samarkand

Periode paling jaya dalam sejarah Samarkand dimulai pada tahun 1370 ketika penakluk besar Tamerlane atau Timur menjadikan Samarkand sebagai ibu kota Kekaisaran Timurid yang luas.

Selama 35 tahun ke depan, kota ini menuai manfaat penuh sebagai ibu kota kerajaan besar. Timur memiliki selera khusus untuk seni dan arsitektur dan sangat berambisi dalam mempercantik Samarkand.

Monumen-monumen seperti Masjid Bibi Khanum, mausoleum Sakhi  Zinda, dan empat madrasah utama berdiri hingga hari ini dengan kemegahan arsitektur kota antara abad ke-11 dan ke-14 sebagai saksi utama kejayaan kota ini.

Pada tahun 1428 Ulugh Beg, cucu dari Timur juga mengubah Samarkand menjadi pusat penelitian astronomi terbesar di timur.

Bukan lagi sebuah ibu kota seperti dulu, Samarkand masih terus mengagumi orang-orang dari seluruh dunia sebagai destinasi wisata yang patut dikunjungi.

Enjoy Ali Huda! Exclusive for your kids.