Sang ilmuwan Muslim Spanyol: Ibnu Hazm Al-Andalusi

Pendidikan Muhammad Walidin
Terbaru oleh Muhammad Walidin
Sang ilmuwan Muslim Spanyol: Ibnu Hazm Al-Andalusi
Sang ilmuwan Muslim Spanyol: Ibnu Hazm Al-Andalusi (foto: patungnya di Cordoba, Spanyol) © turismodecordoba.org

Peradaban Islam banyak melahirkan sosok Polymath; yaitu ‘seorang yang menguasai banyak bidang ilmu’. Salah satunya adalah Abu Muḥammad Ali ibn Ahmad ibn Said ibn Ḥazm al-Andalusi atau Ibnu Hazm.

Beliau adalah seorang ilmuwan muslim yang menguasai berbagai disiplin ilmu yang di antaranya adalah akidah, fikih, filsafat, hukum dan sejarah. Dengan keilmuan itu, ia disebut sebagai sejarawan, ahli fikih dan imam Ahlus Sunnah di Andalusia (sekarang dikenal dengan nama Spanyol).

Selain itu ia juga seorang ulama, penyair, politisi, pengacara, geneologis, filosof dan ahli Bahasa Arab, Aramia, dan Syria.

Sang ilmuwan Muslim Spanyol: Ibnu Hazm Al-Andalusi

Ibnu Hazm dikenal sebagai orang yang produktif dalam dunia literasi, berilmu pengetahuan yang luas dan pakar dalam Bahasa Arab. Ia adalah seorang pendukung dan ahli fikih terkemuka dari Mazhab Zhahiri.

Beliau telah menghasilkan karya tulis sejumlah 400 judul, meski hanya 40 judul yang bisa kita temui kini dengan berbagai macam topik seperti hukum Islam, sejarah, etika, perbandingan Agama, akidah dan lain sebagainya.

Ibnu Hazm bernama lengkap Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm. Ia lahir di timur Cordoba, Andalusia pada hari terakhir bulan Ramadan tahun 384 Hijriah atau 7 November 994 Masehi pada masa kekhilafahan Cordoba. Tarikh wafatnya pada 28 Sya’ban 456 H atau 15 Agustus 1064 M di Mantha Lisha, Andalusia pada usia 70 tahun.

Ibnu Hazm al-Andalusi: Sang Polymath

Ibnu Hazm menulis banyak tema dalam 400 judul karyanya. Dalam bidang filsafat ia menulis logika. Di bidang fisika ia menulis hubungan antar suara dan kecepatan dengan menggunakan ‘suara gema’ dari Masjid Kordoba dan mengacu pada waktu selang antara cahaya petir dan guntur.

Dalam bidang seni, ia mempelajari kaligrafi dan menghafal syair. Di bidang agama, ia mempelajari al-Quran, sastranya, hukum dan kandungan yang tertera serta dan mengafalnya. Injil dan Taurat juga tidak luput dari kajiannya.

Penguasaannya terhadap kitab agama samawi membuatnya mampu berdebat dengan para ulama, pendeta Kristen dan para rabi Yahudi. Oleh karena itu, beliau dianggap sebagai Bapak Studi Perbandingan Agama.

Ibnu Hazm mengonfirmasi 500 tahun sebelum Galileo bahwa bumi itu bulat dengan bukti ayat-ayat yang ada dalam Al-Quran. Di tengah kesibukannya sebagai ilmuwan, ia masih juga mampu mengemban amanah sebagai perdana menteri pada Dinasti Umayyah di Cordoba.

Karya-karya Ibnu Hazm al-Andalusi

Di antara banyaknya karyanya, salah satu karyanya adalah ‘Cincin Merpati’, sebuah tulisan tentang cinta dan orang yang dicintai dengan pendekatan filsafat dan psikologi.

Karyanya  itu dianggap sebagai salah satu karya terbaik di dunia tentang pandangan dan kemurnian cinta, bahkan pada abad pertengahan orang-orang Eropa banyak belajar dari buku ini.

Selain itu, berikut ini merupakan beberapa karyanya yang masih ada,  yaitu Al-Fashl fi Al-Milal wal Ahwa Wan-Nihal, tentang teologi, Al-Muhalla fi Syarh Al-Ahkam, tentang fikih, Jawami’ As-Sirah An-Nabawiyah, tentang Sirah Nabi Muhammad saw, Jamrahat Ansab Al-Arab, tentang silsilah/Genealogi bangsa Arab.