Saudagar Sayyidah Khodijah r.a dan Rasulullah SAW

dreamstime_s_169053312
Saudagar Sayyidah Khodijah r.a dan Rasulullah SAW © Ahmad Faizal Yahya | Dreamstime.com

Siapa yang tak kenal sosok istri Rasulullah SAW yang bernama Sayyidah Khodijah? Potret muslimah yang menjadi panutan umat Islam, dialah Sayyidah Khodijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdil Uzza bin  Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib.

Ibunya bernama Fatimah binti Zaidah bin Asham bin Haram bin Rawahah. Sayyidah Khodijah r.a lahir ditengah keluarga terhormat dan terpandang sekitar 15 tahun sebelum tahun gajah. Wanita keturunan Quraisy yang terpandang bukan hanya dari ilmunya saja tetapi juga dari aspek materinya. Usaha berdagang yang dilakoninya menjadi ladang rezeki dari orang lain.

Pemuka wanita ahli Surga

Sayyidah Khodijah r.a menjadi satu dari empat perempuan yang menjadi teladan dalam kehidupan Muslim. Keempatnya dijanjikan surga sesuai hadis berikut ini:

“Pemuka wanita ahli Surga ada empat yaitu: Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, Khodijah binti Khuwailid, dan Aisyah.”

(HR Muslim)

Istri Rasulullah SAW terkenal sebagai wirausaha atau saudagar kaya raya yang sukses. Tidak banyak perempuan sukses di masa itu apalagi menjadi saudagar kaya raya. Khodijah r.a telah membuktikan bahwa perempuan bukan makhluk lemah dan terbelakang.

Perempuan bisa menghargai diri sendiri dengan menjadi perempuan mandiri dan berdikari. Memilih profesi  sebagai saudagar atau wirausaha membuat kesempatan dan rezeki yang lebih besar untuk orang lain menjadi terbuka.

Sayyidah Khodijah r.a dan Rasulullah SAW

Sayyidah Khodijah r.a memiliki jiwa berbisnis dari ayahnya Khuwailid r.a yang sukses. Sebagai bukti, ketika awal pertemuan dengan Nabi Muhammad SAW, ia mempercayakan salah satu kafilah dagangnya kepada Baginda.

Sampai akhirnya ia memberikan julukan Abu Qasim kepada Rasulullah SAW karena beliau yang bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak dibandingkan anak buah Sayyidah Khodijah r.a yang lain. Rasulullah membawa dagangan Sayyidah Khodijah ke negeri Syam dan membawa pulang untung yang besar. Ini cukup menjadi bukti bahwa Sayyidah Khodijah saudagar kaya raya.

Hendaknya kita menjadikan Sayyidah Khodijah r.a teladan dalam berbisnis yang selalu mandiri dan memberikan lapangan pekerjaan kepada orang lain. Kemandirian dan keuletan beliau ketika berwirausaha patut dicontoh, janda yang terhormat ketika usia 40 tahun dinikahi Rasulullah SAW dengan mahar 25 onta yang saat ini senilai 1 M.

Subhanallah, ditinjau dari aspek keuangan bahwa Sayyidah Khodijah r.a menjadi saudagar yang sukses bertambah lagi sukses ketika bersanding dengan Rasulullah SAW. Melihat dari historis Sayyidah Khodijah, sudah banyak perempuan masa kini yang mengikuti jejaknya menjadi perempuan mandiri dan berpenghasilan yang bisa membantu suami.