Buletin SalamWebToday
Sign up to get weekly SalamWebToday articles!
Mohon maaf, kesalahan terjadi karena alasan:
Dengan berlangganan, anda menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi SalamWeb
 Seni Buletin

Sebab-sebab degradasi keimanan dan kesolehan

Islam 12 Des 2020
Pilihan oleh Tholhah Nuhin
Sebab-sebab degradasi keimanan dan kesolehan
Sebab-sebab degradasi keimanan dan kesolehan © Mohd Kafii Isa | Dreamstime.com

Degradasi atau penurunan kesolehan dan keimanan seseorang tidak lahir begitu saja tanpa  faktor-faktor penyebab. Hal ini kembali kepada tabiat yang dimiliki ‘Iman’ itu sendiri, yaitu sifat fluktuatif.

Terkadang ia mengalami penambahan dan penguatan yang luar biasa, namun di saat lain ia mengalami penurunan yang drastis. Ibnu Hajar Asqolani, dalam Fathul Baary, Syarah Shahih al-Bukhari menyatakan bahwa  semua ulama sependapat bahwa ‘Iman itu dapat bertambah dengan ketaatan, dan dapat berkurang dengan kemaksiatan’.

Sebab-sebab degradasi keimanan dan kesolehan

Di dalam al-Quran, banyak terdapat ayat yang berkaitan dengan fluktuasi imam seseorang.

“Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata,  “Siapakah diantara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.”

(Surah at-Taubah, ayat 124-125)

Adapun sebab-sebab degradasi kesolehan seseorang adalah sebagai berikut.

Lemahnya iman

Apabila seorang muslim lemah imannya, maka ia tidak akan pernah merasakan nikmatnya iman tersebut. Ia senantisa terombang-ambing dalam panggung kehidupannya, dan tidak memiliki jati diri lagi sebagai muslim yang sebenarnya.

Maka, kelemahan dan penurunan iman secara otomatis mempengaruhi kuantitas dan kualitas kesolehan dan kebaikan seseorang.

Tidak memiliki ilmu pengetahuan

Kekuatan dan kemenangan umat yang selalu dijanjikan Allah SWT kepada mereka, bukan hanya bertumpu pada sisi akidah atau ibadah saja, melainkan harus diiringi dengan ilmu pengetahuan Islam dan ekspansi kebaikan atau amal islami dalam kehidupan.

“…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

(Surah al-Mujaadilah, ayat 11)

Meremehkan dosa dan kemaksiatan

Ketika seseorang menganggap remeh dosa dan kemaksiatan, maka kesolehan dan kebaikannya akan mengalami degradasi. Bahkan, dengan meremehkan dosa dan kemaksiatan,  ia akan mudah terjebak dalam kubangan kemaksiatan.

Karena, tabiat dosa atau kemaksiatan adalah senantiasa mengajak dan menggiring manusia untuk melakukan dosa lagi. Rasulullah SAW bersabda:

“Takutlah kalian akan meremehkan dosa-dosa, karena sesungguhnya dosa-dosa tersebut akan berkumpul, dan akhirnya mencelakakannya…”

(Hadis riwayat Ahmad dan at-Thabrani)

Lemahnya tarbiyah (pembinaan)

Rasulullah SAW diutus ke bumi dengan mengemban misi khusus, yaitu untuk membacakan ayat-ayat-Nya, serta mentazkiah dan mengajarkan Al-Kitab dan Al-Hikmah kepada ummatnya.

Hal ini dilakukan agar mereka memahami visi dan misi kehidupannya, agar mata mereka terbuka akan peradaban yang ada di sekitarnya, dan agar mereka menjadi saksi-saksi kebenaran dan kebaikan atas umat yang lain.

Maka, tetkala pembinaan lemah, niscaya akan muncul syubhat pemikiran di tengah-tengah ummat, merajalelanya syahwat dalam kehidupan, dan kebodohan mewarnai masyarakat.

Dominasi syahwat

Kesesatan dan jauhnya seseorang dari jalan petunjuk dan kebenaran bisa disebabkan oleh salah satu diantara dua faktor ini, yaitu syubhat dan syahwat.

Tatkala dominasi syahwat sangat kuat dalam jiwa dan diri seseorang, niscaya cahaya kebaikan dan kesolehannya akan semakin redup, dan bahkan sama sekali tidak tampak. Ia akan berjalan di tengah-tengah masyarakatnya dengan kegelapan, kemaksiatan, dan kemungkaran.