Sebagian gambaran kehidupan Islam di Indonesia

Dunia Iman Terimo 15-Jun-2020
Masjid Agung Baitul Hikmah di Berau, Kalimantan Utara © Sonyasgar | Dreamstime.com

Agama Islam di Indonesia memiliki keragaman dari setiap daerah dan suku yang ada di dalamnya. Masyarakatnya meyakini jika Islam adalah agama yang membawa kedamaian dan rahmat bagi semesta alam.

Bahkan kondisi kehidupan masyarakat agama Islam di Indonesia dapat menepis anggapan miring akan agama Islam yang terkadang dianggap agama yang keras dan radikal.

Kerukunan tanpa beda ras dan agama

Kerukunan dan saling membantu tanpa membedakan ras dan agama, akan sangat terlihat dari kehidupan masyarakatnya. Pemandangan indah ini terus terjaga hingga kini. Meski hal itu dalam versi yang berbeda dari setiap daerahnya. Gotong royong sebagai salah satu contoh akan hal ini. Di mana sifat gotong royong adalah warisan dari orang terdahulu yang dipelihara hingga kini.

Jika anda mampir ke bagian mana saja dari wilayah Indonesia, maka saat anda mampu berbaur dengan masyarakatnya, dapat dirasakan situasi seakan berada di kampung sendiri. Yang artinya anda akan disambut dengan hangat oleh masyarakat setempat baik yang muslim ataupun bukan. Hal ini terjadi bahkan jika anda berada di pelosok Indonesia dengan agama apa saja yang mereka anut. Hanya satu saja kuncinya, yaitu sopan dan santun maka anda selalu seakan berada di kampung anda sendiri.

Begitulah kearifan dan rasa persaudaraan yang muncul dari masyarakat Indonesia dengan beragam agama yang dianut namun dapat menerima orang lain tanpa memandang rasnya. Berikut mari kita simak informasi lebih detail akan kehidupan agama Islam dari beberapa pulau di Indonesia:

Islam di sebagian Kalimantan

Kita akan mendapati interaksi yang khas antara agama Islam dengan budaya lokal Kalimantan terkhusus pada suku Dayak. Seperti halnya budaya Oloh Salam yaitu yang mendukung di tanah Dayak Kalimantan tengah.

Meski begitu rona akan kehidupan Dayak Islam Kalimantan menggambarkan jika tak ada petunjuk jelas akan munculnya oleh salam ini. Namun, dari beberapa sumber didapat jika munculnya adalah saat Islam masuk ke Kalimantan.

Letak geografis Kalimantan yang merupakan sungai-sungai besar adalah salah satu akses jalan yang digunakan masyarakat di sana. Hal ini juga mempengaruhi awalnya berkembang Islam di sana. Interaksi masyarakat yang beragama Islam dan lainnya tetap terjalin dalam hulu-hulu sungai tersebut sebagai jalinan kerukunan seakan mereka benar-benar tidak mempermasalahkan perbedaan apapun yang ada.

Namun hingga kini tetap saja masih banyak juga dijumpai kepercayaan primitif berpadu dengan agama yang dianutnya, seolah tak ingin meninggalkan budaya peninggalan sebelumnya. Kehidupan masyarakatnya yang gigih dan tak mau berpangku tangan.

Secara kita ketahui sumber daya manusia yang ada sangat terbatas begitu pula fasilitas seperti pendidikan dan kesehatan. Namun dalam kehidupannya, masyarakat di sana seolah terpatri bahwa hidup memang harus tetap berjalan. Dan seiring pembangunan yang terus dilaksanakan di sana.

Islam di sebagian Jawa

Islam yang ada di pulau Jawa sangat mempengaruhi peradaban yang ada sebelumnya. Seperti halnya Islam di Maroko yang juga mempengaruhi dengan sangat peradaban yang telah ada sebelumnya.

Konteks agama di Jawa sebelumnya adalah Animisme dan Hinduisme yang masih sangat kental dapat dilihat dari keseharian masyarakatnya. Meski kini Islam sudah sangat berkembang di pulau Jawa, dengan kebebasan dalam menjalankan rutinitas agamanya, namun keseharian masyarakatnya masih melibatkan unsur budaya di dalamnya.

Seperti halnya Slametan. Slametan yang merupakan budaya atau tradisi yang masih dapat dijumpai pada masyarakat Islam di sana. Dapat dilihat pada acara khitanan, nikahan dan sebagainya. Masyarakat Jawa masih memegang tradisi Slametan yang dianggap sebagai awal sebelum melaksanakan sebuah acara.