Sedang kesulitan dalam masalah finansial? Begini kata Nabi Muhammad SAW

Ekonomi 05 Apr 2021 Asna Marsono
Asna Marsono
Sedang kesulitan dalam masalah finansial? Begini kata Nabi Muhammad SAW
Sedang kesulitan dalam masalah finansial? Begini kata Nabi Muhammad SAW © Panupong Piewkleng | Dreamstime.com

Salah satu konsekuensi dari masalah keuangan adalah kemiskinan. Menurut Islam, kemiskinan adalah masalah yang mengerikan dalam kehidupan manusia. Islam mengidentifikasi kemiskinan sebagai bahaya yang menghancurkan kepercayaan, temperamen, dan pemikiran sehat seorang Muslim.

Demikianlah hingga Rasulullah SAW berdoa kepada Allah SWT untuk meminta pertolongan dari bahaya kemiskinan.

Doa Nabi agar dijauhkan dari kemiskinan

Diriwayatkan Aisyah r.a, Rasulullah SAW digunakan untuk mencari perlindungan (dari hal-hal yang disebutkan dalam doa ini).

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kemiskinan, kehinaan. Dan aku berlindung kepada-Mu jangan sampai aku mendzalimi atau didzalimi.”

(Hadis riwayat Ahmad, 8053; Abu Daud, 1546 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Tidak hanya itu, Rasulullah SAW termasuk kemiskinan dalam dua ketika ia mencari perlindungan dari dosa-dosa keji seperti kufr (ketidakpercayaan). Menurut hadis tersebut, Abu Bakar r.a mengatakan bahwa Rasulullah biasa berdoa:

ا اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْر، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma inni a’uzubika minal kufri wal faqri. Allahumma inni a’uzubika min ‘azabil qobri la ilaha illa anta.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya daku berlindung diri kepada-Mu dari kekufuran, dan kefakiran, Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Engkau.”

(Hadis riwayat Ahmad, 19534)

Jauhi ketidakpercayaan bahkan menderita masalah keuangan

Seperti disebutkan di atas, masalah keuangan mengakibatkan kemiskinan. Dan kadang-kadang kemiskinan mengakibatkan ketidakpercayaan. Alasan untuk mengaitkan kemiskinan dengan ketidakpercayaan adalah bahwa kemiskinan kadang-kadang mendorong orang ke arah ketidakpercayaan. Karena kemiskinan, orang memandang orang kaya dengan iri.

Selain itu, kemiskinan seperti ketidakpercayaan juga membuat orang tidak taat pada penghakiman Allah SWT. Akibatnya kemiskinan mendorong diri mereka ke arah ketidakpercayaan dengan menyatakan ketidaksenangan mereka terhadap Allah dengan membuat berbagai komentar buruk tentang Allah. Naudzubillahimindzalik.

Mengingat mengerikannya kemiskinan ini, Islam telah memberikan berbagai arahan untuk menghadapinya. Itulah sebabnya Allah SWT telah menjadikan Zakat wajib dan menjadikannya salah satu rukun Islam.

Melalui sistem zakat ini, kekayaan diambil dari orang kaya dan diserahkan kepada orang miskin. Melalui itu mereka juga dapat berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan Kecuali ia bertambah, bertambah, dan bertambah.”

(Hadis riwayat Tirmidzi)

Ambil pendekatan Sedekah untuk mengurangi masalah keuangan

Untuk menghilangkan kutukan kemiskinan dari masyarakat, Islam tidak hanya menjadikan Zakat wajib tetapi juga telah mendorong orang-orang untuk memberikan Sedekah, yang sebagian besar telah disebutkan Allah SWT dalam firman-Nya:

“Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya.”

(Quran surah al-Baqarah, 2:177)

Ayat ini menggambarkan menyalurkan harta seseorang untuk kerabat, anak yatim piatu, yang membutuhkan, musafir, pengemis, dan budak sebagai perbuatan baik seperti iman dan tindakan ibadah lainnya. Hal ini dikarenakan aksi tersebut dapat memberantas kemiskinan dari masyarakat.

Di sisi lain, tidak memberikan sedekah, atau tidak berperan dalam mengentaskan kemiskinan, telah digambarkan sebagai orang-orang yang berdusta dalam Surah al-Ma’un.

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang yang sholat. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya, yang berbuat ria, dan enggan (memberikan) bantuan.”

(Quran surah al-Ma’un, 107: 1-8)

Membentuk sistem keuangan berdasarkan Zakat

Dalam rangka mengentaskan kemiskinan masyarakat, Allah SWT telah mengarahkan pembentukan pembagian kekayaan yang seimbang dari orang kaya (yaitu sistem keuangan berbasis Zakat). Implementasi sistem zakat yang tepat akan memberantas kemiskinan dari masyarakat.

Selain itu, orang harus keluar dari kutukan kemalasan dan pengangguran dan pergi bekerja. Pertolongan Allah Taala dalam menjadikan mata pencaharian Halal sangat penting.

Semoga Allah SWT melindungi Ummat Islam dari momok kefakiran dan kemiskinan. Semoga Allah juga memberikan rahmat untuk membangun kehidupan yang bebas dari kekafiran dengan menjalani kehidupan yang berorientasi pada pekerjaan sesuai Al-Qur’an dan Sunnah. Aamin.