Sedekah, investasi tiada rugi

Zakat Roni Haldi Alimi
Opini oleh Roni Haldi Alimi
Sedekah, investasi tiada rugi
Sedekah, investasi tiada rugi © Nasrul Arif | Dreamstime.com

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

“Hisablah diri kalian sebelum dihisab, perhatikanlah apa yang sudah kalian simpan dari amal shalih untuk hari kebangkitan serta (yang akan) dipaparkan kepada Rabb kalian.”

Hidup di dunia hanyalah sementara. Akhir usia tentunya adalah rahasia Allah SWT semata. Selagi hidup dan diberi hidup, berfikirlah fokus ke kehidupan setelah hidup berakhir.

Tak terasa, kemaren tertawa hari ini menangis. Tak disangka, paginya bersenda gurau, sorenya sudah tak bernyawa. Itulah kehidupan dunia, silih berganti datang menghampiri begitu cepat tak terasa.

Benarlah apa yang disampaikan oleh Allah dalam surat Al An’am, ayat 32:

“Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?”

Amalan utama, salah satunya sedekah

Salah satu amalan utama dalam Islam adalah sedekah. Sedekah tidak hanya menguatkan hubungan hamba dengan Sang Pencipta, tapi juga memperkuat ikatan persaudaraan sesama muslim dan menguatkan jiwa.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman:

“Berinfaklah wahai anak Adam, niscaya Aku berinfak kepadamu.”

Suatu hari dikisahkan dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada para sahabatnya:

“Siapa di antara kalian di pagi ini yang berpuasa?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Beliau bertanya lagi, “Siapa di antara kalian yang sudah mengantarkan jenazah hari ini?” Abu Bakar menjawab, “Saya.”

Beliau bertanya lagi, “Siapa yang sudah memberi makan orang miskin hari ini?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Beliau bertanya lagi, “Siapa yang sudah mengeluarkan shadaqah?” Abu Bakar menjawab, “Saya.”

Lalu beliau bertanya lagi, “Siapa di antara kalian yang sudah menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidaklah amal-amal tersebut terkumpul pada diri seseorang kecuali ia akan masuk surga.”

Gambaran dahsyatnya semangat investasi dan persaingan sehat ibadah antar sahabat Rasulullah SAW. Saling mendahului lagi mengungguli dalam kebaikan dan amal shalih.

Ramadan momentun terbaik berinvestasi

Bulan Ramadan merupakan momentum terbaik untuk bersedekah – Ramadan adalah Syahru as shadaqah. Ramadan itu investasi tiada rugi. Buktinya Rasulullah shalallahu alaihi wa salam telah mengabarkan jelas melalui hadis Qudsiyyah dalam Shahih Muslim:

“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’”

Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam kitab Al-Hikam berkata:

“Menunda amal shalih karena menantikan kesempatan yang lebih baik, merupakan tanda kebodohan yang mempengaruhi jiwa.”

Ramadan adalah momentum tepat lagi mulia tuk berinvestasi menanam saham dengan Allah Taala. Menunda mengira memberikan saham dunia untuk investasi akhirat adalah kerugian besar lagi nyata. Semakin mengulur masa, menunda kontrak investasi akhirat ditandatangani itulah tanda kebodohan.

Ramadan itu ruang masa untuk investasi berharga yang tepat telah dijamin tidak bangkrut rugi. Penjaminnya adalah Allah Yang Maha Penjamin. Aku berbagi bukan karena kaya tapi aku turut merasa bagaiman tak punya. Masih ragukah kita berinvestasi dengan Allah SWT di saat Ramadan?