Sedikit pengenalan tentang sejarah politik Islam

Kepercayaan Muhammad Aslam 24-Jun-2020
Sejarah politik Islam © Albert Karimov | Dreamstime.com

Politik Islam merupakan setiap interpretasi Islam sebagai sumber identitas dan tindakan politik. Politik Islam merupakan salah satu aspek dari kebangkitan Islam yang dimulai pada abad ke-20, dan tidak semua bentuk aktivitas politik oleh umat Islam dibahas di bawah rubrik Politik Islam. Beberapa penulis akademis menggunakan istilah Islamisme untuk menggambarkan fenomena yang sama atau menggunakan kedua istilah itu secara bergantian.

Sebuah analisis awal tentang signifikansi modern mengenai apa yang disebut dalam politik Islam disampaikan oleh Arthur Jeffery pada tahun 1942. Sedangkan Khan memasukkan ke dalam Politik Islam bahwa semua gerakan Islam untuk memperkenalkan sistem politik harus berdasarkan Islam yang harus diikuti oleh setiap umat Muslim. Beberapa ahli juga menggunakan istilah deskriptif lain untuk membedakan berbagai ideologis dalam Politik Islam yaitu konservatif, progresif, militan, radikal, jihad, dll.

Istilah untuk fenomena Politik Islam sangat bervariasi di antara para ahli. Ahli pertama yang memperkenalkan istilah Politik Islam adalah Martin Kramer pada tahun 1980. Beberapa ahli menggunakan istilah Islamisme untuk serangkaian fenomena yang sama, atau menggunakan kedua istilah itu secara bergantian. Dekmejian 1980 adalah yang pertama menempatkan politisasi Islam dalam konteks kegagalan pemerintahan sekuler, meskipun ia menggunakan istilah Islamisme dan fundamentalisme (bukan Politik Islam) secara bergantian.

Aspek politik Islam berasal dari Al-Quran, Sunnah, informasi dari sejarah Muslim, dan unsur-unsur gerakan politik di luar Islam. Konsep politik tradisional dalam Islam yaitu termasuk dalam kepemimpinan oleh penerus yang terpilih untuk Nabi yang dikenal sebagai Khalifah, (Imamah untuk Syiah); pentingnya mengikuti hukum Islam atau Syariah; tugas penguasa untuk mencari Syura atau konsultasi dari rakyatnya; dan pentingnya menegur penguasa yang tidak adil.

Perubahan signifikan di dunia Islam adalah penghapusan kekhalifahan Utsmaniyah pada tahun 1924. Kekalahan tentara Arab dalam Perang Enam Hari, berakhirnya Perang Dingin dan runtuhnya Uni Soviet dengan berakhirnya komunisme merupakan sebuah alternatif yang layak serta telah meningkatkan daya tarik untuk melakukan gerakan-gerakan Islam seperti Islamisme, fundamentalisme Islam, dan demokrasi Islam, khususnya dalam konteks ketidakpuasan rakyat dengan rezim penguasa sekuler pada umat Muslim.

Asal-usul agama Islam sebagai gerakan politik dapat ditemukan dalam kehidupan dan masa nabi Muhammad SAW dan penggantinya. Pada saat itu suku-suku Arab lokal, Aus dan Khazraj mendominasi kota, dan terus-menerus mengalami konflik. Medinah melihat Nabi sebagai orang luar yang tidak memihak dan bisa menyelesaikan konflik. Baginda dan para pengikutnya pindah ke Madinah, tempat Baginda menyusun Piagam Madinah.

Dokumen ini menjadikan Muhammad SAW penguasa, dan umat mengenalinya sebagai Nabi Allah SWT. Hukum yang dibuat Baginda selama masa pemerintahannya, berdasarkan wahyu Al-Quran dan perbuatan Baginda, dianggap oleh umat Islam sebagai syariah atau hukum Islam, yang berusaha ditetapkan oleh gerakan Islam pada masa kini. Muhammad memperoleh pengikut yang luas dan pasukan pemerintahannya diperluas pertama kali ke kota Mekah dan kemudian menyebar melalui semenanjung Arab melalui kombinasi diplomasi dan penaklukan militer.

Nabi Muhammad SAW mengatakan orang yang beriman kuat lebih baik daripada orang yang beriman lemah. Baginda tidak hanya berbicara dalam hal iman dan karakter tetapi juga menunjukkan bahwa kekuatan fisik yaitu kesehatan dan kebugaran optimal diperlukan, asalkan Allah SWT memberi kita cara dan jalan untuk memperoleh kekuatan seperti itu. Jika Tuhan memutuskan bahwa penyakit atau cedera serta musibah harus menjadi bagian dari hidup kita, maka agama Islam memberi kita cara dan sarana untuk menerima dan bahkan bersyukur atas ujian dan cobaan yang menyelimuti kita.