Segera introspeksi diri

Jiwa Komiruddin 21-Agu-2020
Introspeksi diri © Panchita Chotthanawarapong | Dreamstime.com

Detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun merangkak berjalan. Berlalu bersama amal buruk dan kebaikan lalu tercatat dalam lembaran keabadian. Tak ada yang tahu, kapan daun akan runtuh. Sebab hijau tak selalu menjanji utuh. Kuning belum tentu petanda akan jatuh.

Lihat dan perhatikan apa yang sudah diperbuat, Apakah lembaran-lembaran yang tercatat putih mengkilat, atau penuh dengan coretan-coretan hitam yang pekat? Apakah jalan hidup  berada di jalur yang diberkat, atau berjalan di lajur yang sesat?

Segera introspeksi diri

Lihat dan perhatikan apa yang sudah diperbuat. Segera introspeksi diri selagi sempat. Segeralah bertobat dan tinggalkan maksiat. Perbaiki salat dan sempunakan zakat. Perbanyak kebaikan dan tinggalkan perbuatan jahat, sebelum diri dibelenggu sekarat, atau datang hari Kiamat.

Kelak, di tanah datar tak berbatuan. Tak ada pohon dan tempat perlindungan, kaki tak akan bergeser hingga diajukan empat pertanyaan:

  • Umur di mana dan untuk apa dihabiskan
  • Ilmu bagaimana dan seperti apa diamalkan
  • Harta, dari mana didapatkan, dan ke mana dibelanjakan
  • Jasmani untuk apa digunakan

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya ke mana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya.”

(Hadis riwayat at-Tirmidzi, no. 2417; disahihkan oleh at-Tirmidzi dan al-Albani dalam ‘As-Shahiihah’, no. 946)

Apa yang telah diperbuat untuk hari Akhirat?

Mari introspeksi diri. Sudah cukupkah bekal menghadap mati? Sudah siapkah berada di tempat sepi? Sudahkah mencari sahabat untuk menemani di  ruang sunyi? Di alam barzakh, alam menyendiri. Kelak kita akan berdiri dengan dua kaki. Menunggu hisab 50 ribu tahun, bilangan yang tak terperi.

Semua dikumpul di padang Mahsyar, alam nafsi nafsi. Panas terik sang mentari membakar diri. Itulah hari yang pasti. Tempat kita kembali. Semua kita akan mengalami. Sebab itu persiapkan diri, mumpung belum dijemput mati.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah SWT dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

(Surah al-Hashr 59, ayat 18)