Sekoteng, membuat badan menjadi enteng

Makanan Sanak 29-Jul-2020
Sekoteng © Midori- Karya sendiri, CC BY-SA 3.0, Pranala

Jahe adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat-obatan. Selain menjadi campuran bahan masakan, tumbuhan yang berasal dari India ini juga bermanfaat mengurangi mual dan mencegah kanker. Rasa dominan pedas dan hangat membuatnya juga diolah menjadi minuman sehat yang cocok dinikmati di malam hari. Sekoteng salah satunya contohnya.

Sekoteng merupakan hidangan tradisi Cina. Alasannya karena istilah dari Sekoteng sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Hokkian ‘Su ko thung’ atau ‘Si guo tang’ yang berarti ‘sup empat buah-buahan’ yakni dari kacang amandel, buah jail, kelenkeng, dan biji teratai.

Sejarahnya, Su ko thung ini sudah dikonsumsi sejak masa Dinasit Qin (221-226 Sebelum Masehi) tepatnya sejak masa kaisar Qin Shi Huang. Pada masa itu, minuman ini merupakan minuman untuk kesehatan yang bisa membuat pencernaan lebih baik serta penghangat badan.

Di Indonesia, Su ko thung sulit untuk dilafalkan sehingga lebih dikenal dengan nama Sekoteng. Bagi orang Jawa, Sekoteng ini merupakan singkatan dari ‘Nyokot weteng’ yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘menggigit perut’ karena cita rasanya yang menghangatkan.

Selain penamaan yang menjadi berbeda dengan negeri asalnya, bahan-bahan pembuat minuman Sekoteng ini juga tak sama. Hal ini disebabkan Sekoteng yang ada di Indonesia diisi dengan bahan-bahan yang sudah disesuaikan dengan buah atau biji-bijian yang berasal dari Nusantara.

Sekoteng didaulat sebagai minuman asli dari Jawa Tengah meskipun sudah tersebar dan terkenal seluruh Nusantara. Rasa Jahe yang khas dan umumnya dihidangkan dalam kondisi masih panas. Untuk bahan tambahannya tergantung selera, pada umumnya dicampur dengan kacang tanah, kacang hijau, potongan roti, bubur mutiara dan pacar Cina.

Sekarang ini Sekoteng sudah banyak dijumpai di malam hari. Penjualnya dari mamang gerobak pikul, pedagang kaki lima hingga cafe-cafe ternama. Harganya juga bervariasi, tergantung di mana tempat membeli. Bagi yang ingin membuat Sekoteng sendiri, bisa mengikuti langkang-langkah berikut ini.

Mula-mula rebus 1 liter air, 75 gram Jahe (geprek), 2 batang serai (geprek), 2 lembar daun pandan (ikat simpul), dan 175 gram gula pasir untuk membuat air Jahe hingga mendidih, kemudian kecilkan api dan biarkan tetap hangat hingga saat waktu disajikan.

Tata semua bahan pelengkap seperti 75 gram kacang tanah (yang sudah digoreng/sangrai), 75 gr bubur delima (yang sudah direbus), potong roti tawar (potong dadu), dan 75 gram kacang hijau (yang sudah direbus) kemudian letakkan dalam wadah berbeda. Terakhir, tuang air Jahe hangat ke dalam mangkuk lalu ambil bahan pelengkap sesuai selera.

Nah, silahkan mencoba dan menikmati secangkir Sekoteng di sore hari sembari membuka laman SalamWebToday Indonesia!