Selalu ada jalan

Doa 11 Jan 2021 Komiruddin
Opini oleh Komiruddin
Selalu ada jalan
Selalu ada jalan © Julia Sudnitskaya | Dreamstime.com

Banyak jalan menuju Roma. Itu kata pepatah. Jika jalan yang satu tertutup, masih banyak jalan yang lain. Dan jika satu peluang tertutup, masih banyak peluang yang lain.

Jika satu cara tak memberikan hasil, masih banyak cara yang lain. Jangan pernah putus asa.

Selalu ada jalan

Jadilah seperti air, yang tidak pernah berhenti. Dia akan terus mengalir mencari sekecil apapun cela. Walau berhenti, berhentinya untuk menyusun kekuatan dan mempersiapkan tenaga yang lebih besar lagi, sehingga ia mampu mengatasi atau mendobrak rintangan.

Dan seorang mukmin tidak pernah kehabisan cara untuk mencapai tujuan atau dan mencari penyelesaian  dari suatu masalah. Bahkan jika semua jalan sudah di tempuh dan seluruh cara sudah digunakan, jalan itu selalu tetap ada.

Rasulullah SAW pernah menceritakan dalam sebuah hadis yang panjang tentang tiga orang yang terkurung di dalam sebuah gua. Terkurung karena mulut goa tertutup batu besar yang terjatuh. Segala cara sudah dilakukan untuk menggeser batu tersebut, namun hasilnya nihil. Sedikitpun batu tak bergerak.

Lalu salah seorang berujar, bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka selain amal saleh yang pernah mereka lakukan. Lalu masing masing bertawassul dengan amal saleh mereka.

Kekuatan doa dan amal saleh

Yang pertama bertawassul dengan amal saleh berbakti kepada orang tua. Yang kedua bertawassul dengan amal saleh berupa menjauhi larangan Allah SWT dan yang ketiga bertawassul dengan amal saleh berupa memberikan hak orang lain.

Setiap selesai mereka menyebut amal saleh tersebut mereka tutup dengan kata-kata:

“Ya Allah, jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan wajah-Mu. Maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami ini,” setiap itu pula batu tersebut bergeser sedikit demi sedikit namun belum memungkinkan bagi mereka untuk keluar. Sehingga setelah ketiga orang itu selesai berdoa bergeserlah batu tersebut sampai  akhirnya mereka bisa keluar.”

Kisah ini diriwayatkan oleh  Bukhari hadis no. 2272, dan Muslim hadit no. 2743 dalam kitab sahihnya dari Abdullah bin Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhuma.

Dari sini kita dapat memahami  kekuatan doa dan kekuatan amal saleh yang pernah kita lakukan pada sesama. Dan itu menjadi jalan di antara jalan-jalan dalam menyelesaikan masalah.

Pertanyaannya, apakah kita memiliki amalan yang  betul-betul ikhlah sehingga dapat kita pertaruhkan dihadapan Allah SWT saat kita terhimpit dan tersepit?