Selalu menyukai kebersihan dan menjaga keimanan kita

dreamstime_s_148848135
Korelasi bersih dan iman © Odua | Dreamstime.com

Setiap kita yang beriman pasti menyukai kebersihan, mulai dari kebersihan secara zahir maupun batin. Memulai komitmen untuk hidup bersih diawali dari diri sendiri, rumah dan lingkungan.

Bersih itu cerminan keimanan seseorang yang bisa kita lihat bagaimana sejatinya seorang Muslim menjaga kebersihan dengan selalu menjaga wudu. Sebelum melaksanakan salat tentu mengikuti urutan utama dengan berwudu. Allah swt menyukai kebersihan dan keindahan maka tentu akan menyukai hamba-Nya yang selalu menjaga kebersihan.

Dari Rasulullah SAW, Baginda bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (Hadis riwayat at-Tirmidzi)

Demikian hadis berikut menguatkan bahwa Islam mengajarkan kepada kita untuk selalu menjadi manusia yang peduli dengan kebersihan. Secara sederhana kita selalu menjaga wudu ketika salat, setidak-tidaknya ada lima waktu dalam sehari dalam menyucikan diri.

Bagaimana seorang mukmin dengan sedetail itu membersihkan anggota wudu mulai dari berkumur-kumur, mencuci lubang hidung, wajah, telinga hingga ke kaki. Secara zahir dapat kita lihat bahwa kita sedang membersihkan diri dari hal-hal yang kasat mata. Namun, secara batin sebenarnya kita sedang memohon ampun kepada Allah SWT atas apa yang telah kita perbuat selama ini baik dari tangan, kaki, anggota wudu yang lainnya.

Bersih itu salah satu ciri seorang Muslim, lebih luas lagi Allah SWT menegaskan untuk membersihkan tempat-tempat di sekitar kita. Hal ini beriringan sekali bahwa bersih itu sangat berhubungan dengan keimanan seseorang. Seorang muslim ketika telah berwudu tentu dia mengetahui apa saja batasan seseorang harus berwudu.

Bukan hanya jasmani yang harus dibersihkan tetapi juga berkaitan dengan tempat sekitar, dan juga rumahnya. Muslim yang selalu menjaga kebersihan pasti akan tahu mana hal yang najis dan kotor bukan hanya untuk salat tetapi juga berkaitan dengan kesehatan, makanan juga kenyamanan di sekitar.

Lalu bagaimana hubungan antara kebersihan dan keimanan? Seorang yang senantiasa beriman kepada Allah SWT akan selalu menjaga kebersihan karena dia mengetahui bahwa Allah menyukai hal-hal yang bersih.

Tentu juga jika kita menjaga diri dari hal-hal yang tidak baik, kotor bahkan najis demikian ini pula merupakan sebuah upaya dalam meningkatkan keimanan. Indikator bersih dan suci juga sudah dijelaskan dalam Islam. Darah yang menempel pada pakaian salat kita menjadi hal membatalkan ketika hendak melaksanakan salat.

Jika rumah kita kotor, tempat di sekitar kita kotor tentu tempat yang kita pakai untuk salatpun tidak nyaman. Hal ini akan mengurangi kekhusyukan kita dalam beribadah kepada Allah SWT. Maka dari itu seorang Muslim akan selalu memperhatikan tingkat kebersihan diri, rumah dan lingkungan agar menjadi manusia yang beriman.

Demikian juga hal ini akan meningkatkan kepedulian kita terhadap diri kita dan orang lain. Jika terbiasa dengan lingkungan yang bersih maka akan mempengaruhi hati kita untuk selalu bersih dari penyakit baik penyakit secara zahir maupun secara batin. Mari kita jaga kebersihan diri kita dimulai dengan memperhatikan lingkungan sekitar.