Seni Kriya Palembang

tribunnews.comtravel
Seni Kriya Palembang © tribunnews.com/travel

Palembang memiliki banyak tema pariwisata. Selain menjual tema keagungan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang Darussalam, ia juga semakin trendi dengan label wisata olahraga. Tak lupa, tema kuliner yang khas, seperti pempek dan variannya  telah berkonstribusi dalam memajukan pariwisata Palembang.

Terakhir, Palembang juga memiliki andalan dalam bidang seni kriya tekstil, seperti songket. Namun jangan dilupakan, kriya ukiran juga menjadi ciri khas yang tak ada duanya di Indonesia.

Kriya seni terapan yang sangat unik

Kriya merupakan seni terapan yang menghasilkan benda kerajinan dan bernilai seni. Jenis seni ini sangat unik karena memerlukan keahlian tingkat tinggi untuk membuatnya. Adapun jenis-jenis seni yang termasuk dalam golongan kriya adalah seni tekstil, seni ukir, seni keramik, dan kerajinan lainnya. Benda-benda seni yang dihasilkan dapat berupa ukiran/hias kayu/batu, topeng, anyaman, guci, mainan, dll.

Menurut Gustami, dalam artikelnya Filosofi Kriya Tradisional Indonesia (1992) disebutkan bahwa seni kriya adalah karya seni yang unik dan punya karakteristik. Di dalamnya terkandung muatan-muatan nilai estetik, simbolik, filosofis dan sekaligus fungsional. Oleh karena itu dalam perwujudannya didukung  craftmenship yang tinggi, akibatnya kehadiran seni kriya termasuk dalam kelompok seni-seni adiluhung.

Para penikmat kriya Palembang dapat mengintip seni ukir di sentra ukiran Jl. Faqih Jalaludin 19 Ilir Palembang. Lokasinya sangat dekat dengan Masjid Agung sehingga mudah dijangkau. Banyak gerai yang yang berfungsi sebagai galeri sekaligus workshop di sana.

Rata-rata gerai ini memajang perabot rumah tangga, seperti lemari pakaian, lemari hias, kursi dan meja keluarga/tamu, taulet kaca. Sebagai pelengkap perabot, dipajang juga seni ukir lain seperti pernak-pernik lain dari seni ukir lakuer (piring, tepak sirih, kotak perhiasan, dll). Di samping itu, terdapat juga jenis perabot non rumah tangga, seperti mimbar khutbah dan perangkat  pelaminan.

Perabot semegah keagungan Sriwijaya

Kriya ukir kayu Palembang sangatlah khas. Pertama, bahan-bahan perabot tadi terbuat dari kayu tembesu dan wedang. Kedua jenis kayu khas Sumsel ini paling bagus untuk diukir. Walaupun demikian, kayu lain seperti mahoni, merawang, kulim, dan meranti juga dapat digunakan.

Setelah kayu dipotong sesuai kebutuhan, seluruh bidang kayu diukir dengan motif bunga, biasanya bunga padma dan melati. Sebagai finishing, permukaan kayu divernis agar tampak natural. Pada bagian lain diprada atau dicat emas hingga tampak ekslusif. Hasil akhirnya, tampaklah perabot  seanggun dan semegah keagungan Sriwijaya.

Saat penulis melongok ke dalam worskhop, beberapa pekerja baik lelaki maupun perempuan sedang serius melakukan tugas masing-masing. Pekerja lelaki biasanya melakukan pemotongan, menghaluskan, dan memahat kayu. Adapun pekerjaan lainnya bisa dilakukan baik oleh perempuan maupun laki-laki, seperti membuat pola, memvernis dan memrada.

Sebagai hasil karya seni, perabotan ini dihargai mulai dari 3-8 juta. Namun demikian, para peminatnya cukup banyak, terutama keluarga asli Palembang.  Para peminat ini berasal dari dalam dan luar Sumatera Selatan.