Senyum merupakan sedekah yang mudah

Jiwa Bayu RI 22-Sep-2020
dreamstime_s_178275518
Senyum! © Hin255 | Dreamstime.com

Bila anda ingin mudah diterima dalam pergaulan sehari-hari tanpa mengeluarkan biaya, pasanglah selalu wajah ceria dan senyum manis di hadapan siapa saja yang ditemui. Tersenyum? Iya, karena tersenyum pekerjaan yang paling mudah kita lakukan. Mengawali perjumpaan dengan seseorang pasanglah wajah tersenyum, kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan salam. Sungguh, senyum merupakan kunci paling jitu untuk membuka pintu banyak hati.

Apa sih senyum itu? senyum adalah gerak tawa ekspresif yang tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang, gembira, suka, dan sebagainya dengan merekahnya mulut. Mengenai senyum ini, jelas ia merupakan akhlak yang baik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana sang Nabi  bersabda: “Senyumanmu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu.” (Hadis riwayat at-Tirmidzi)

Rasulullah SAW mengategorikan tindakan menjumpai orang lain dengan wajah berseri-seri sembari tersenyum sebagai tindakan yang makruf yang sama pahalanya dengan bersedekah dan merupakan perbuatan yang mulia. Allah SWT telah memberikan keutamaan yang besar bagi mereka yang suka tersenyum dan memasang wajah ceria kepada saudara dan sahabat-sahabatnya.

Senyum adalah salah suatu anugerah besar yang diberikan oleh Allah SWT, tanpa mengeluarkan uang sepeserpun hanya dengan tersenyum saja kita sudah dianggap bersedekah.  Selain itu, senyum juga merupakan tanda mulianya akhlak seseorang.

Apalagi, akhlak yang mulia merupakan amalan baik nan istimewa dengan timbangan yang berat di sisi Allah SWT kelak. Senyum juga merupakan salah satu bukti keimanan dan ketakwaan seseorang. Selain tersenyum, memang Rasulullah SAW kadang-kadang juga tertawa, tetapi banyak tertawa bukan merupakan kebiasaan Baginda.

Menurut Bunda Aisyah r.a: “Saya tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah SAW tertawa terbahak-bahak sampai terlihat lahawat  beliau, dan tawa beliau adalah senyuman.” Untuk itu banyak tertawa juga termasuk perbuatan tercela dan bisa menghilangkan wibawa, bahkan juga mematikan hati.

Ahmad Amin berkata dalam bukunya Faidhu l Khotir, “orang-orang yang senantiasa tersenyum bukan saja lebih membahagiakan dirinya, lebih dari itu mereka juga lebih mampu dalam bekerja, lebih kuat menerima beban tanggung jawab, serta lebih tegar menghadapi cobaan, mengatasi kesulitan dan melakukan perkara-perkara besar yang bermanfaat bagi mereka dan bagi orang lain”.

Selalu bersangka baik pada Allah SWT dan sesama manusia, juga menjadi cara yang mudah untuk tersenyum. Senyuman juga bisa menjadi alternatif ketika diri ada di ambang kesulitan atau kondisi sakit, khususnya saat menyadari segala kesulitan adalah ujian.

Apalah artinya harta melimpah bila wajah selalu muram? Apalah artinya jabatan yang tinggi jika jiwa tertekan? Dan apalah artinya kecantikan wajah istri, bila wajahnya selalu cemberut di hadapan suaminya?

Senyuman yang terlihat pun tidak berarti jika dilakukan dengan terpaksa. Untuk itulah tersenyumlah dari hati, karena senyuman yang terbit dari hati adalah senyuman tulus dari karaktrer asli seseorang.