Seolah teknologi buatan jauh lebih unggul!

Teknologi Merry Lestari
Opini oleh Merry Lestari
Seolah teknologi buatan jauh lebih unggul!
Seolah teknologi buatan jauh lebih unggul! © Ekkasit919 | Dreamstime.com

Kemajuan teknologi semakin berkembang pesat pada saat ini. Hal ini membuat manusia seolah menjadikan teknologi sebagai pemecah dari berbagai masalah atau kendala-kendala yang tengah mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Keadaan tersebut menjadikan kita menganggap bahwa teknologi atau kecerdasan buatan yang ada pada saat ini jauh lebih unggul daripada kecerdasan manusia sendiri. Padahal pada kenyataannya, kita semua telah mengetahui bahwa yang menciptakan adanya teknologi adalah manusia sendiri.

Kecerdasan manusia lebih unggul dibanding kecerdasan buatan

Manusia sebagai pembuat dari kecerdasan buatan yang pada saat ini seolah begitu diagung-agungkan pada saat ini. Namun, sayangnya manusia sendirilah yang menganggap bahwa kecerdasan buatan tersebut seolah melebihi kecerdasannya sendiri.

Kecerdasan buatan hanyalah perangkat cerdas yang dapat memudahkan pekerjaan manusia dan dibuat seolah-olah menyerupai manusia. Kecerdasan buatan tetaplah sebuah produk yang artinya tidak mungkin dapat melebihi kecerdasan yang membuatnya.

Fenomena yang terjadi tersebut biasanya dipicu karena manusia pada saat ini sudah terlalu malas untuk memanfaatkan kecerdasannya. Karena merasa sudah ada produk instan yang akan dapat membantu mempermudah pekerjaannya.

Sehingga dampaknya yang sering terjadi pada saat ini yaitu ketergantungan manusia terhadap kecanggihan teknologi tanpa mau memanfaatkan kemampuannya secara maksimal.

Seolah teknologi buatan jauh lebih unggul

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (A.I) adalah istilah yang mungkin akan mengingatkan kita akan kehebatan robot atau sistem yang kerap diidentikkan dengan kemampuan berperilaku seperti manusia.

Perkembangan teknologi dan sistem komputer yang sangat progresif dan masif, bukan membantu peran manusia. Alih-alih kecerdasan buatan ini perlahan-lahan telah dimanfaatkan untuk mendeposisikan peran manusia dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu.

Perkembangannya baru terasa secara masif sejak beberapa tahun ke belakang. Namun sejarah membuktikan bahwa kecerdasan buatan telah menjadi lingkup penelitian para ahli jauh sebelum internet berkembang. Kecerdasan buatan ini menyentuh segala lini kehidupan kita seperti hari ini.

H. A. Simon (1987) mendefinisikan:

“Kecerdasan buatan masuk dalam kawasan penelitian, aplikasi, dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.”

Selanjutnya, Rich and Knight (1991) mendefinisikan bahwa:

“Kecerdasan buatan merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.”

Menurut BBC, sederhananya, A.I. merupakan ‘mesin’ yang mampu melakukan berbagai hal yang dipandang membutuhkan kecerdasan ketika manusia melakukannya. Seperti memahami bahasa manusia secara natural, mengenali wajah dalam foto, mengemudikan kendaraan, atau menerka buku apa yang kita mungkin sukai berdasarkan buku-buku yang telah kita baca sebelumnya.

Jangan begitu bergantung pada kecerdasan teknologi

Google Assistant yang dapat ditemui pada smartphone Pixel, atau Siri pada ekosistem perangkat keras Apple, dan Cortana pada sistem operasi Windows mungkin bisa merepresentasikan hal itu.

Jika lebih jeli lagi, AI yang lebih sederhana sesungguhnya dapat kita temukan pada kalkulator. Atau ketika memproses sejumlah data menggunakan Microsoft Excel.

Sistem kecerdasan buatan menjadi semakin berkembang di dalam ekonomi dan masyarakat kita. Dan ini dirancang dengan kemampuan yang terus meningkat untuk beroperasi secara otonom dari pengawasan langsung manusia.

Prediksi ini memperbarui perkiraan sebelumnya yang disebut singularitas teknologi. Yakni, ketika kecerdasan mesin melampaui kecerdasan manusia dan berakselerasi pada tingkat yang tidak dapat dipahami.

Namun  meskipun demikian, sebagai jenis yang sama dari sosok yang mencitakan kecerdasan teknologi pada saat ini diharapkan agar manusia tak seharusnya begitu bergantung pada kecerdasan teknologi yang ada untuk menyelesaikan berbagai urusan kehidupan sehari-harinya.